Tamim: Saya Tidak Menghina Tapi Mengingatkan! Bebaskan atau Ini yang Akan Saya Lakukan!

THIS ADS by GOOGLE
Gambar terkait

Berita Bener - Pegiat media sosial, Tamim Pardede menegaskan bahwa ucapannya yang menyebut ‘Jokowi antek komunis’ bukan sebuah hinaan. Melainkan, kalimat tersebut dianggap sebagai peringatan.

“Aku tidak menghina. Kalau menghina aku ngomong ‘Jokowi kayak muka bebek’. Tapi saya lakukan kepada Jokowi adalah hak warga negara untuk mengingatkan pemimpinnya untuk tidak terjerumus lebih dalam lagi terhadap sesuatu yang merusak masa depan negara,” katanya kepada Kiblat.net di Gedung Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Senin (02/10).

Tamim menilai, seharusnya negara yang memilki instrumen-instrumen yang sedemikan rupa, ketika mendapatakan tuduhan dari rakyatnya maka ditugaskanlah instanti-instansi negara untuk membantah.

“Seperti seandainya saya menuduh, Jokowi komunis. Menterinya atau staffnya harusnya memberikan klarifikasi secara keilmuan. Ini adalah permainan yang adil, jangan main tangkap,” ujar pria 45 tahun ini.

“YouTube dengan YouTube, buku dengan buku, keilmuan dengan keilmuan,” sambungnya.

Maka, ia menegaskan bahwa dalam hal ini negara harus bisa membantah tuduhannya. Ia mengatakan, jika negara bisa membuktikan, ia rela dipenjara.

“Jadi negara harus memberikan klarifikasi secara keilmuan. Jadilah negara yang memberikan klarifikasi yang argumentatif, maka saya boleh dipidana,”tambahnya.

Tamim Pardede menegaskan bahwa ia hanya meminta keadilan dalam persidangan yang ia jalani. “Saya berharap majelis Hakim memberikan saya rasa keadilan dan bukan hukum. Karena hukum bisa digunakan untuk kepentingan diri sendiri sesuai dengan pihaknya. Kalau keadilan tidak,” katanya.

Menurut Tamim, hanya dua vonis yang bisa membuatnya ‘tersenyum’. Vonis pertama yaitu membebaskannya dari segara tuntutan. Sebaliknya, yang kedua justru ia meminta agar divonis mati.

“Maka mari kita bersama-sama membangun negeri ini. Dan vonis yang kedua hukum mati aja saya. Serius. Itu akan saya sampaikan,” tegasnya.

Sedangkan, bila hakim memberikan vonis penjara, Pardede mengaku akan melakukan balas dendam. Tamim Pardede yang mengaku menyandang gelar ‘profesor’ itu berjanji akan menciptakan virus mikroorganisme yang buruk.

“Virus 44 yang diujicoba di 800 hektar adalah mikroorganisme, semua bakteri. Bagi saya gampang ketika membuat mikroorganisme yang bermanfaat saya mampu, saya juga bisa membuat mikroorganisme yang tidak bermanfaat,” ujarnya.

“Apakah saya pembunuh agar kamu tahu siapa saya itulah yang dilakukan oleh Nazi? Makanya kalau berurusan dan ribut dengan orang idealisme yang berilmu, bahaya,” tandasnya.

Sumber

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

THIS ADS by GOOGLE

Halaman Berikutnya: