Usai Melahirkan, Ibu Ini Tak Henti Kesakitan, Setelah Dibedah, yang Terjadi pada Perutnya Ngeri

THIS ADS by GOOGLE
Normalnya ketika pasca melahirkan ibu hamil akan merasakan sakit namun berkurang.



Mengingat kontraksi akan penyusutan rahim akan berangsung membaik.

Namun berbeda dengan pengalaman yang dirasakan oleh Xiao Lin.
Wanita asal Tiongkok mengalami rasa sakit perut.

yang tak kunjung hilang setelah melahirkan bayi laki-laki sebesar 3.5 Kilogram.

Dilansir dari perfecto.guru, akibat hal tersebut Xiao Li pun harus dibawa masuk ke ruang operasi.

Kondisinya memprihatinkan, denyut jantungnya sangat cepat, kapanpun nyawanya bisa terancam.

Ternyata setelah dibedah, dokter menemukan ususnya menghitam dan yang lebih parah lagi, tiga perempat dari lambungnya telah “berpindah” ke sisi kanan.

Situasinya sangat serius, dokter ahli bedah pun dipanggil.

Setelah diperiksa lebih lanjut, ternyata Xiao Li menderita Hernia Diafragmatika.
Sedikit informasi Hernia Diafragmatika adalah suatu kondisi dimana organ perut menonjol ke dalam rongga dada melalui suatu lubang pada diafragma.

Mungkin awalnya diafragama Xiao Li memang memiliki celah (cacat).

Pembukaan ini memungkinkan bagian dari organ-organ dari perut .

lambung, limpa, hati, dan usus naik ke dalam rongga dada dekat paru-paru.

Salah satu akibatnya adalah terlalu menggunakan tenaga ketika melahirkan.

Sebenarnya, saat melahirkan, yang paling mengeluarkan tenaga adalah otot perut.

Namun, Xiao Li menggunakan tenaga pada waktu yang salah.

Tidak diimbangi dengan pernafasan, menyebabkan diafragmanya ikut terdorong.

Lambung Xiao Li pun mengalami nekrosis (kematian sel).

Untuk menyelamatkan nyawanya, lambungya harus diangkat dan ususnya langsung disambungkan ke esofagus, jadi usus kecil menggantikan fungsi lambung.

Hal ini mengakibatkan sistem pencernaan Xiao Li sedikit terganggu, namun selain dari itu tidak ada efek lain.

Organ tubuh wanita akan berubah tempat karena mengalami ‘penekanan’ oleh bayi di dalam perut.

Wanita hamil tidak hanya akan mengalami perubahan psikologis atau fisiologis.

Namun seiring dengan pertumbuhan janin, perut akan terbebani, menyebabkan organ dalam ‘tergusur’, terutama usus, lambung dan kandung kemih.

Itulah mengapa ibu hamil sering mengalami konstipasi, buang gas dan perlu ke toilet terus.

Oleh karena itu, para ibu hamil wajib mewaspadainya.

Semoga informasi ini bermanfaat ya!

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

THIS ADS by GOOGLE

Halaman Berikutnya: