Suami Merengek Minta Poligami, Hal Tak Terduga Ini Dilakukan Oleh Istri

THIS ADS by GOOGLE
Apa yang dilakukan oleh pria ini mungkin bisa dijadikan pelajaran oleh kaum adam.



Lantaran, meskipun dalam Islam menikah untuk laki-laki dibolehkan sampai 4 istri.
Tapi, rata-rata wanita sangat emosional dan menolak keras untuk dimadu.
Karena itu, niat berpoligami jika belum benar-benar siap secara psikologi, ekonomi dan paling penting mendapat restu istri pertama coba pikirkan lagi.
Jika tidak kejadian seperti pria ini bisa saja terjadi.
Kejadian ini terjadi di Malaysia dan menjadi viral.
Seorang pria berusia 55 tahun mengungkapkan niat ingin menikah lagi kepada istrinya.
Ternyata istrinya marah karena suaminya terus meminta hal yang sama.
Karena emosi, wanita itu langsung mengambil parang dan membacok suaminya hingga kepalanya bocor dan terpaksa mendapat 15 jahitan.
Saat istrinya ngamuk, beruntung pria itu berhasil kabur dari rumah dan segera di bawa ke Rumah Sakit di Kampung Manek, Malaysia.
Namun, meski mengalami luka dan terpaksa dijahit sang suami tidak melaporkan istrinya ke polisi.
Menurutnya, ia begitu mencintai istrinya dan tidak ingin berpisah.
Walaupun dia ingin menikah lagi, ia ingin istrinya dapat menerima itu dengan baik.
Karena hasrat menikah lagi dan berpoligami masih ingin ia lakukan, walau kepalanya suda bocor.
Poligami Perpanjang Umur Pria?
Penelitian yang dilakukan oleh Virpi Lummaa, seorang ahli ekologi Inggris dari Universitas Sheffield mempublikasikan penemuannya mengenai hubungan antara poligami dan umur panjang dalam pertemuan tahunan International Society for Behavioral Ecology di Ithaca, New York, Amerika Serikat.
Riset tersebut menyimpulkan bahwa langkah pria untuk melakukan praktek poligami atau beristri lebih dari satu dapat memanjangkan usia bagi pria yang melakukannya.
Penelitian ini melibatkan lelaki berusia 60 tahun yang berasal dari 140 negara penganut poligami.
Riset tersebut membuktikan bahwa usia rata-rata pria yang melakukan poligami lebih panjang 12% dibandingkan para pria yang tinggal di 49 negara yang terkenal menganut monogami.
Lummaa menjelaskan bahwa pria yang berpoligami masih memiliki kualitas alat reproduksi yang baik bahkan sampai berusia 80 tahun.
Hal inilah yang diperkirakan memperpanjang usia pria tersebut.
Pria poligami akan lebih panjang umur berkaitan dengan faktor sosial dan genetika.
Pria tersebut akan terus berjuang menghidupi anak-anak dan istrinya sehingga kemungkinan ia akan lebih baik dalam menjaga kesehatannya.
Peneliti juga mengatakan bahwa suami yang memiliki istri banyak, yang bisa mengurus dirinya lebih baik, tentu akan memiliki kesehatan yang lebih baik.
Mereka akan lebih bahagia karena memiliki banyak anak dan kehidupan seksnya sangat terjamin.
“Kebutuhan seksual yang terpenuhi akan membuat kesuburan tetap terjaga meski sudah berusia separuh baya. Kesuburan tersebut akan berpengaruh terhadap fungsi hormon dan mengatur metabolisme tubuh. Kesuburuan berbanding lurus dengan kinerja hormon dan akan membuat pria semakin sehat,” jelas Lummaa.
Bagi pria, poligami memang dapat membawa efek baik untuk kesehatan namun sayangnya efek tersebut tidak bekerja sama baiknya untuk wanita.
Meskipun beberapa studi menyebutkan bahwa poligami membawa efek baik untuk istri, namun lebih banyak studi yang menunjukkan bahwa istri yang dipoligami cenderung lebih stres dan depresi karena perasaan cemburu.
Profesor Martha Bailer dan Bita Amani dari Queen’s University menyebutkan bahwa istri dan anak akan menjadi korban ketika seorang suami memilih jalan untuk berpoligami.
Ketika seorang istri menjadi stres dan depresi, maka pola pengasuhan anaknya pun menjadi kacau.
Pada akhirnya, anak akan terkena dampak negatif dan turut menjadi korban.
Anak dari keluarga yang berpoligami, menurut penelitian, berisiko mengalami trauma dan dikucilkan oleh teman-temannya dan akan lebih sulit dikontrol karena perhatian ayah mereka yang berkurang.
“Inti dari penelitian ini mengemukakan bahwa kemungkinan para pria poligami dapat lebih panjang umur hanya jika ia bisa memperhatikan dan memperlakukan semua istri dan anaknya dengan adil,” ujar Wilson, seorang antropolog dari Cornell University di Ithaca, New York.

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

THIS ADS by GOOGLE

Halaman Berikutnya: