Pria Ini Mencangkul Bukit Depan Rumahnya, Awalnya Ia Ditertawakan, Tapi Akhirnya

THIS ADS by GOOGLE
Setiap kekurangan yang dimiliki seseorang pasti ada kelebihan diantaranya.



Kekurangan bukanlah sebuah halangan dan keterbatasan bukanlah sebuah hambatan untuk melakukan sesuatu. Seperti apa yang di lakukan oleh seorang pria difabel ini.
Dilansir dari Grid.id (18/08/2017), dari siakapkeli, seorang pria bernama Melethuveetil Sasi asal India ini membuat akses jalan menuju kampungnya dengan cara mencangkul bukit di depan rumahnya selama 3 tahun.

Kisah Sasi ini seperti sebuah film dokumenter yang mengisahkan tentang Dashrath Manjh, yang juga membuat akses jalan menuju kampung nya selama 22 tahun lamanya. Namun, Sasi sama sekali tidak mengenal Dahrath apalagi melihat film dokumenternya.

Sasi awalnya bekerja sebagai seorang pemanjat pohon kelapa sejak usia 15 tahun, dan mengerjakan apa saja agar mendapatkan uang untuk membeli tanah dan membangun rumah kecil yang ia tinggali saat ini.

Pada saat itu tubuh Sasi dalam kondisi normal seperti orang pada umumnya. Namun, suatu ketika saat ia sedang memanjat pohon, entah kenapa kakinya terpleset dan ia terjatuh. Akibatnya setengah badannya lumpuh, kaki dan tangannya patah. Ia juga mengatakan menghabiskan waktu berbulan-bulan terlantar karena tidak bisa bergerak.
Bahkan, dua anak laki-laki terpaksa berhenti sekolah dan mulai bekerja sejak saat itu. Setelah bertahun-tahun ia belajar berjalan perlahan-lahan. Karena keinginan untuk bekerja kembali dan membantu keluarganya, kemudian Sasi meminjam uang dari kepala desa untuk membeli sebuah motor roda tiga untuk dirinya bekerja.
Saat itu, disana ada dua pejabat yang menertawakannya dan bertanya bagaimana ia bisa menerbangkan sepeda motor roda tiga yang ingin ia beli melewati bukit di depan rumahnya.

Sasi mengakui sudah 10 tahun meminta bantuan pemerintah untuk mengakses jalan ke rumahnya namun tidak mendapat respon apapun. Sehingga pada 2013, Sasi mulai mengambil cangkul dan membuat akses jalan sendiri ke rumahnya dengan membelah bukit.

Ia bekerja pada jam 5 pagi hingga cuaca mulai panas, kemudian di lanjutkan pada sore hari sekitar pukul 4 hingga matahari terbenam. Ia sendiri tidak percaya usahanya itu berhasil dan selesai. Ia mengaku hanya bertekad ingin memiliki sebuah jalan.

Menurut Sasi ia kesulitan mengayunkan cangkul dengan keterbatasan nya dan beberapa kali mengalami cidera karena hal itu. Belum lagi warga kampung sebelah dan kampung lainnya yang mengejek dan tidak percaya melihat apa yang ia lakukan.

Kini, keluarga beliau dan orang kampung lainnya bisa mengakses jalan lurus sepanjang 200 meter untuk mendapat akses ke dunia luar. Dan orang-orang yang sebelumnya sempat mengejek lama kelamaan paham dan kagum akan kegigihan nya melakukan hal tersebut.

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

THIS ADS by GOOGLE

Halaman Berikutnya: