Percaya kepada Hari Baik Hari Baruk, Syirik atau Tradisi?

THIS ADS by GOOGLE
Percaya kepada hari baik dan buruh masih dilakukan sebagian orang. Namun, hal terpenting yang utama adalah anda bukan yang melakukannya.



Di sekitar kita, masih ada orang yang mempercayai hal-hal seperti itu. Peristiwa-peristwa besar dan penting, mereka mengenal hari baik dan hari buruk.
Seperti pernikahan anak, pindah rumah dll, mereka suka bertanya kepada orang yang dianggap mengerti tentang hal itu. Terkadang, sebagian orang-orang ini beranggapan hal tersebut adalah benar menurut agama. Padahal, hal ini tentu saja termasuk yang dilarang oleh islam.

Allah ta’ala berfirman :

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholih dan saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran” (Q.S. Al ‘Ashr [103] : 1-3).

Arti dari ayat tersebut yaitu semua waktu dalam islam adalah bagus. Karena islam mengajarkan kepada kita bahwa semua hari dan semua waktu itu bagus. Kecuali bagaimana kita mengisinya hari-hari tersebut, apakah dengan amal shaleh atau dengan maksiat?

Sama halnya dengan hari baik pernikahan, masih ada sebagian orang yang menanyakan hari baik kepada ‘orang pintar’ untuk menentukan tanggal dan hari baik.

Rasullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda :

“Barangsiapa yang mendatangi peramal, menanyakan kepadanya sesuatu, lalu mempercayainya, shalatnya tidak akan diterima empat puluh hari lamanya.” ( Hadist Riwayat Muslim)

Seorang peramal adalah orang yang sok tahu akan ketentuan Allah. Sedangkan yang tahu baik dan buruknya masa depan hanya Allah Azza wa Jalla. Allah berfirman dalam (Q.S. Luqman [31] : 34) “ wamaa tadrii nafsun maatsaa taksibu ghadan” Tidak seorangpun tahu , apa yang akan terjadi dan dialaminya besok hari.

Kita sebagai muslim yang sudah mengerti agama agar menjauhi hal ini. Apabila hal tersebut berkaitan dengan tradisi tetapi bertentangan dengan agama, maka harus ditinggalkan.

Dalam hal ini, anda berperan sebagai anak hanya bisa doakan saja supaya calon mertua anda mendapatkan hidayah. Anda hanya perlu menghormatinya tetapi tidak perlu mempercayainya. Hargai sebagai orang, bukan mengikuti ajarannya. Wallahu’Alam.

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

THIS ADS by GOOGLE

Halaman Berikutnya: