Baru Terungkap, Sejak Dimakamkan Kuburan King of Pop Michael Jackson Ternyata Kosong

THIS ADS by GOOGLE
Delapan tahun berselang setelah king of pop Michael Jackson meninggal dunia tahun 2009, baru-baru ini terungkap hal tak terduga.



Keluarga diketahui telah menyembunyikan jenasahnya di tempat tersembunyi.
Ibu Michael, Katherine, menjelaskan bahwa peti putranya saat dulu dimakamkan tidak berisi jenasah Michael.
Fakta yang mencengangkan adalah jenasah Michael ternyata dibekukan selama berbulan-bulan sebelum akhirnya dikremasi.
Hal itu dilakukan untuk mencegah kejahatan yang mungkin terjadi terhadap makam Michael Jackson.

Dilansir Grid.ID dari laman Aceshowbiz, keluarga menyimpan rahasia untuk alasan keamanan dan memenuhi keinginan Michael.
Keluarga benar-benar menutupi hal itu lantaran takut tubuh Michael akan dicuri.
Keluarga menjadikan Forest Lawn makam Michael agar bisa menjadikannya sebuah simbol.
Michael diketahui meninggal dunia di rumahnya karena mengalami gagal jantung.
Namun, banyak juga rumor yg beredar bahwa pemilik moonwalk dance ini meninggal karena overdosis.
Ia meninggal tepat sebulan sebelum pagelaran konser terakhirnya di London.
Kematiannya bahkan sempat membuat search engine jebol lantaran terlalu banyak orang mencari satu kata kunci yakni "Michael Jackson".
Tak diduga, berita beredar bahwa setelah dikremasi, tempat peristirahatan terakhir Michael berada di bawah pohon pir di California yang dikenal sebagai Giving Tree.
Sosok Michael Jackson
Michael Jackson adalah pemusik serba bisa dan gerak tari kepala yang khas telah mengantarkannya dari seorang anak ajaib menjadi superstar solo sebelum pelecehan seksual terhadap anak menghancurkan reputasi dan kariernya.
Berita kematian Jackson, yang diwartakan media karena serangan jantung, meledak manakala penyanyi berusia 50 tahun itu berencana mengadakan tur come back ke dunia musik dalam 50 konser yang dijadwalkan dimulai di London pada 13 Juli.
Lima puluh konser itu akan menjadi rangkaian konser pertamanya selama 12 tahun dan diperkirakan oleh promotor AEG Live bakal memberi Jackson keuntungan lebih dari 400 juta dollar AS.
Popularitas Jackson mencapai puncaknya pada 1982 lewat album dan video musiknya yang ikonik, "Thriller". Dia berhasil menjual kira-kira 750 juta kopi rekaman dan memenangi 13 Grammy pada sepanjang kariernya yang berjaya selama empat dekade.
Namun, penyanyi yang terkenal dengan tarian moon walking dan sarung tangan sebelahnya ini terlilit utang.
Keprihatinan atas kondisi kesehatannya semakin terlihat selama satu persidangan hukum di California pada 2005 karena tuduhan pelecehan seksual anak, di mana akhirnya dia bebas dan pada 2008 manakala dia diambil gambarnya di Las Vegas di kursi roda untuk alasan yang tidak pernah dijelaskan.
AEG Live menyatakan, Jackson telah lolos menjalani tes kesehatan yang panjang pada awal 2009 sebelum konser di London diumumkan.
Jackson dihormati sebagai pemusik kulit hitam pertama yang memperoleh perhatian luas menyusul penampilannya di saluran musik MTV.
Video musiknya, seperti "Thriller", yang di antaranya mengenalkan tarian ala zombie, dan lagu "Beat It" telah melangkahi batas-batas seni video musik.
Sementara itu, performa panggungnya yang spektakular telah melahirkan jutaan penggemar di seluruh dunia.
Setelah peluncuran "Thriller," majalah Time menggambarkannya sebagai "fenomena solo terpanas sejak Elvis Presley" dan mendaulatnya sebagai bintang rekaman, radio, dan video rock.
Namun, keyakinan Jackson bahwa "Aku adalah Peter Pan di lubuk hatiku", ungkapan yang ditujukannya kepada anak-anak, persahabatannya dengan seekor simpanse bernama Bubbles, serta suara tinggi dan bedah plastik telah membuatnya dijuluki "Wacko Jacko".
Perubahan perlahan-lahan warna kulitnya menjadi pucat putih—yang disebutnya sebagai akibat dari pigmentasi kulit—kesukaannya mengenakan masker bedah, dan pernah mengayunkan anaknya sendiri dari atas loteng menambah reputasinya sebagai seorang yang eksentrik.
Setelah dua kasus hukum pada 1993 dan 2003 yang semuanya tidak terbukti bersalah karena kasus pelecehan seksual anak laki-laki selama menginap di Neverland Ranch di California, Jackson tidak pernah lagi mengembangkan talenta musiknya yang luar bisa seperti semasa mudanya.
Setelah dibebaskan dari tuduhan pelecehan seksual terhadap anak lelaki berusia 13 tahun pada 2005, Jackson menutup gerbang peristirahatannya di Neverland dan hidup berpindah-pindah di Bahrain, Dubai, Irlandia, dan Las Vegas sambil menghadapi perkara-perkara hukum menyangkut keuangannya.
Berulang kali Jackson menyatakan bahwa dia mencintai anak-anak dan tidak akan pernah menyakiti mereka, tetapi sering kali dia mempertahankan pendapatnya untuk tidur seranjang dengan anak-anak.
"Anak-anak mencintai saya. Saya cinta anak-anak. Mereka ingin seperti saya. Semua orang boleh masuk ke kamar saya. Seorang anak boleh ke kamar saya jika mereka mau," katanya dalam satu wawancara televisi pada 1996.

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

THIS ADS by GOOGLE

Halaman Berikutnya: