Menikah Muda Menghindarkan Diri dari Zina, Benarkah Begitu ? Simak Berikut Ini

THIS ADS by GOOGLE
Menikah muda, mungkin itu yang ada di benak kita yang saat ini sedang berada di usia sekitar 20 tahunan.



Dan di zaman yang sekarang ini, menikah muda lebih banyak di pilih oleh pasangan – pasangan muda yang sudah mantap dan memiliki cukup materi untuk hidup bersama.

Nah dan kok bisa gitu ya mereka lebih memilih untuk melangsungkan pernikahan di usia mereka yang masih muda. Apa sih sebenarnya yang ada di dalam pikiran mereka tentang menikah muda? Mungkin dari kisah di bawah ini bisa menjelaskan alasan mengapa mereka lebih memilih untuk melakukan nikah muda di usia yang memang masih terbilang muda.
Dan apakah dengan menikah muda itu mereka ga akan mikirin masalah apa saja yang akan datang dan apa bisa di usia muda ini mereka bertahan dengan semua masalah yang ada?

Karena seperti kita ketahui, orang – orang yang sudah menikah itu pasti memiliki masalah di dalam rumah tangganya, bahkan masalah itu mungkin hingga dapat berujung pada perceraian. Bagaimana bisa orang yang sudah dewasa dan mapan saja bisa bercerai, apa lagi kita atau mereka yang memutuskan nikah muda di usia yang sebenarnya masih bisa dikatakan sebagai usia yang ababil/ labil.

Dalam kisah di bawah ini akan di bahas mengenai menikah muda dari sudut pandang yang berbeda yang mungkin akan memberikan pandangan kain kepada kita semua atau bahkan akan memberi manfaat pula bagi kita dimasa depan. Yuk kita simak kisah tentang menikah muda dibawah ini, semoga ada banyak hikamh dan kebaikan yang bisa kita petik dari kisah ini.

“Saya merupakan seorang pria yang memutuskan untuk menikah muda di usia saya yang masih terbilang sangat muda sekali. Saya menikahi istri saya pada tahu 2013 lalu. Kala menikah muda itu usia saya baru menginjak 22 tahun, dan istri saya berusia 18 tahun. Kala itu saya tersadar bahwa saya memang harus segera menikah. Godaan yang sangat banyak dan besar diluar rumah memang benar – benar sangat mengganggu iman dan pikiran saya, bahkan terkadang bisa menggoyahkan iman juga. Yah, mungkin itu lah tugas para syaitan untuk menggoda kita, supaya kita keluar dari jalan Allah. Saya sudah mencoba untuk melemahkan godaan juga syahwat saya dengan melakukan shaum sunnah dan itupun tidak terlalu memberikan efek yang berarti terhadap godaan – godaan yang datang.

Namun, alhamdulillah saya memiliki seorang teman yang sangat sholeh. Ia adalah teman dekat saya yang selalu bertemu, bermain, dan bertukar pikiran dengan saya. Dan kebetulan teman saya yang sholeh ini memiliki keponakan perempuan. Teman saya ini takut jika keponakan peremupannya ini terbawa arus dalam pergaulan yang salah. Karena ia melihat akhir – akhir ini banyak sekali kejadian – kejadian dimana banyak remaja dan anak muda yang terjerumus dalam pergaulan bebas. Pergaulan bebas itu sendiri sangat bisa merusak hidup dan juga masa depan jika tidak ditangani sedini mungkin.

Karena kekhawatirannya terhadap keponakan perempuannya itu, akhirnya temana saya memutuskan untuk menawarkan keponakannya kepada saya. Saat ia menawarkan keponakannya tersebut saya tidak langsung menjawab nya karena saya masih bingung dan saya juga masih belum terpikirkan untuk memiliki kekasih bahkan untuk menikah.

Akhirnya saya pun berkata kepada teman saya itu bahwa saya akan memikirkan tawarannya tersebut dan akan mengabari nya setelah saya mendapatkan jawaban dari tawarannya tersebut. Setelah itu pun aku memutuskan untuk pulang kerumah dan memikirkan semua ini. Saya mencoba untuk berfikir, apakah itu lebih baik daripada saya berlama – lama menjomblo bisa – bisa karena godaan dan rayuan syaitan saya mlah terjerumus kedalam zina yang dapat menimbulkan fitnah dan juga dosa yang sangat besar.

Setelah memikirkan nya matang – matang akhirnya saya pun menghubungi teman saya yang menawarkan keponakannya kepada saya itu. Saya memintanya datang kerumah saya untuk membahas tentang penawaran yang ia berikan. Setelah teman saya sampai dirumah saya, kami pun beranjak kedalam kamarku. Sesampainya di kamar, ia menanyakan kepada saya mengenai keputussan apa yang akan saya ambil dari penawaran tersebut. Akhirnya saya pun menjawab dan menjelaskan kepadanya bahwa saya akan mengambil tawarannya tersebut.
Setelah beres mengobrol tentang semua itu, beberapa hari kemudian saya pun dipertemukan dengan ahkwat, keponakan dari teman saya tersebut. Setelah mengobrol dengan akhwat tersebut, akhirnya saya bisa menilai dan tahu walaupun dari segi ke agamaannya akhwat itu memang belum terlalu mendalami dan memang belum terlalu alim juga, namun yang saya suka adalah semangat ibadah dan menjaga kesucian nya sangat baik sehingga saya benar – benar tertarik dengan akhwat ini.

Dan, syukur alhamdulillah nya, dia tidak memberikan syarat apapun kepada saya kecuali syarat dimana ia ingin segera menikah. Sungguh pas sekali dengan keinginan saya. Akhirnya pada saat itu juga kami berdua sepakat untuk membawa semua ini ke jenjang yang lebih serius yaitu khitbah dan juga pernikahan.

Setelah pertemuan itu, saya pun memberitahukan nya kepada orang tua saya. Saya mengatakan kepada orangtua saya sekaligus saya juga memohon restu kepada mereka agar mendoakan saya terhadap pilihan yang telah saya buat ini. Orangtua saya pun menyambut hal ini dengan baik, mereka sangat mendukung keputusan yang saya ambil karena mereka tidak ingin saya terjerumus kedalam zina dan dosa jika tidak melakukan hal ini sekarang. Dan telah diputuskan bersama kedua orangtua ku, bahwa pada hari Ahad, saya dan orang tua saya beserta seorang ustadz akan datang kerumah akhwat untuk memohon dan meminta restu kepada orangtua ahkwat untuk mengkhitbah akhwat.

Dan akhirnya hari Ahad pun tiba, sekitar jam 10 pagi saya, orangtua saya, beserta seorang ustadz datang kerumah akhwat tersebut. Orang tua akhwat menerima dan menyambut kami dengan baik. Dan lebih alhamdulillahnya lagi orangtua dari akhwat itu menerima lamaran dari kami dan setuju dimana hari pernikahannya nanti akan dilaksanakan secara sederhana namun tetap harus sesuai dengan sunnah.

Waktu saya mengkhitbah akhwat tersebut, saya baru saja lulus kuliah dan baru bekerja di sebuah Yayasan Islami selama empat bulan dengan gaji 1.7juta rupiah dan pada saat itu saya hanya memiliki tabungann sejumlah 2.5 juta pada saat itu. Dan alhamdulillah saya tetap bisa melangsung kan pernikahan saya pada saat itu.

Pernikahan pun diselenggarakan dengan sederhana. Akad nikah dan walimah kami terebut berlangsung dengan khidmat, nyaman, dan juga hangat. Selain itu pernikahan yang dilaksanakan pun tetap berjalan sesuai dengan sunnah yang berlaku. Saya merasa bahagia dan saya sangat bersyukur kepada Allah SWT karena telah memperbolehkan dan melancarkan jalan saya untuk menikah muda. Saya juga sangat bersyukur kepada Allah SWT karena dan atas semua rezeki yang telah Ia berikan kepada saya dan kami semua yang turut serta membantu mengadakan acara pernikahan ini.

Konsep pernikahan yang kami selenggarakan dengan adanya pemisahan antara laki – laki dan juga perempuan berhasil kami lakukan. Pernikahan yang sangat khitmad dimana tidak ada musik yang hura – hura dan juga tidak ada ikhtiar (percampuran antara laki – laki dan perempuan) yang dicela dan dilarang, dan terlebih lagi tidak ada makanan yang terbuang sia – sia. Pernikahan yang sangat berkesan bagi saya, sungguh – sungguh sangat berkesan.

Pernikahan kami ini juga dihari oleh masing – masing keluarga besar dari pihak saya maupn dari pihak akhwat yang telah menjadi istri saya itu. Selain keluarga besar, pernikahan ini juga dihadiri oleh teman – teman dekat kami. Jika di bagi ada sekitar lima puluh teman saya, dan juga lima puluh teman istri saya yang hadir ke dalam pernikahan yang kami selenggarakan. Kami mengundang teman – teman kami bukan menggunakan kartu undangan seperti yang biasanya dilakukan oleh orang – orang yang menikah. Namun, kami mengundang teman – teman kami dengan memberitahukan dan mengundangnya secara lisan dan jug ada beberapa yang kami undang melalui fasilitas telpon dan juga sms.

Alhamdulillah, acara pernikahan ini berlangsung dengan khitmad dan juga sangat hangat. Setelah pembukaan pada acara pernikahan kami, lalu dilanjutkan dengan acara khutbah nikah yang dipimpin oleh ustadz. Dan alhamdulillah setelah akad nikah tersebut, saya langsung dinikahkan oleh bapaknya akhwat itu.

Setelah akad nikah selesai dilakukan, keluarga, dan teman – teman yang kami undang pun menghampiri kami, menjabat tangan kami, memeluk kami seraya memberikan doa – doa yang ikhlas kepada kami supaya kami menjadi pasangan suami istri yang sakinah, mawadah, dan juga warohmah. Dan tak jarang beberapa orang dari teman kami juga mendoakan kami agar cepat – cepat memiliki seorang anak untuk melengkapi keluarga kecil kami.

Kami juga menjamu keluarga dan teman – teman kami yang hadir dengan hidangan makanan yang sederhana. Namun, meskipun hidangan tersebut sederhana semua tamu yang ada sangat menikmati hidangan dan suasana di dalam pernikahan kami tersebut. Suasana yang khitbah yang sangat jarang sekali ditemukan didalam pesta pernikahan lainnya. Dimana biasanya pernikahan lainnya di adakan secara besar – besaran dan penuh dengan ria.

Setelah kurang lebih selama satu jam acara pernikahan kami berlangsung, saya pun melihat beberapa teman kami ada yang masih asyik mengobrol dengan teman – teman lainnya sambil menunggu shalat dzuhur tiba. Dan sebagian dari teman kami juga ada yang sudah pulang duluan.

Setelah satu setengah jam, akhirnya sedikit demi sedikit tamu undangan pun pulang, dan akhirnya kami pun bisa beristirahat. Setelah semua acara pernikahan selesai kami pun langsung pulang ke rumah. Istri ku ikut tinggal bersama ku dan kedua orangtua ku dirumah ku. Dimalam hari nya akhirnya saya dan istri pun bisa bertemu dan bercanda tawa mesra seperti pengantin baru dan seperti orang yang baru jadian dalam pacaran hahaha…

Sungguh pernikahan kami adalah acara pernikahan yang paling berkesan di dalam hidup saya maupun di dalam hidup istri saya, dan saya berharap juga Insyaa Allah bisa menjadi berkah karena pelaksanaanya yang sudah sesuai dengan sunnah/ syariah dan pihak dari keluarga kami masing – masing pun tidak ada satupun yang merasa di susahkan. Dan keluarga kami juga tidak harus menjual sawah atau pun hingga meminjam uang dan berhutang untuk menyelenggarakan pernikahan yang mewah dan penuh dengan ria untuk kami. Alhamdulillah sekali lagi saya sangat bersyukur kepada Allah SWT atas segala yang telah Allah berikan ini.

Para tamu yang hadir ke dalam pernikahan kami juga tidak diwajibkan untuk menyiapkan amplop untuk sedekah. Begitu juga kami dan juga orangtua kami yang tidak berharap untung dari walimah, yang sangat kami harapkan hanya kehadiran dan juga doa dari para tamu undangan. Saya sangat bahagia karena semua keluarga dan juga teman yang kami undang hadir, hanya sekita 5 tamu undangan yang tidak bisa hadir karena memang benar – benar berhalangan. Namun, meskipun tidak datang mereka tetap memberikan doa dan juga ucapan kepada kami dan saya sangat yakin bahwa apa yang mereka berikan kepada kami itu sangat tulus.

Alhamdulillah juga karena setelah tiga tahun menikah kami bisa semakin bahagia. Karena dipernikahan kami yang kegita ini kami sudah dikaruniai seorang putra laki – laki yang sangat kami cintai dari Allah SWT. Saya juga selalu berharap semoga anak kami bisa selalu sehat, ceria dan juga bahagia. Tak lupa saya juga berdoa semoga ia bisa menjadi anak yang sholeh kelak.”

Nah sobat dije itulah kisah menikah muda yang diharapkan bisa menginspirasi obat dije sekalian. Dalam kisah ini menikah muda dilaksanakan karena ingin melaksanakan perintah dari Allah dan ingin menjauhkan diri dari zina. Karena dengan usia yang dibilang dalam masa pencarian jati diri ini pastilah godaan syaitan pasti akan datang dan jika kita tidak bisa menahannya maka mungkin akan bisa menjerumuskan kita kedalam zina dan juga dosa api neraka. Selain itu dengan pernikahan ini juga kita bisa belajar bahwa sebenarnya menikah itu tidak perlu biaya yang besar dan mahal karena terkadang dengan kemeriahan itu akan menimbulkan ria yang sebenarnya juga adalah dosa.

Menikah muda ini juga mengajarkan kita untuk tidak terlalu banyak memilih – milih karena sesungguhnya menikah dengan yang sholeh atau sholehah juga itu sudah lebih dari cukup. Rejeki di dalam keluarga juga bisa dicari bersama – sama oleh pasangan suami istri.

Menikah itu asalkan mengikuti aturan yang telah Allah SWT berikan pasti akan menjadi berkah dimasa yang akan datang. Dan semoga sobat dije sekalian bisa mengambil nilai – nilai positif serta inspirasi dari kisah nikah muda ini. Selain itu dalam kisah menikah muda ini juga disisipkan pesan oleh sang penulis, dimana pesan itu berbunyi, “Nikah itu bukan hal diaman kita menunggu siapa yang sudah siap, namun menikah itu adalah Nekad!!!”. Nekad di dalam pesan ini adalah nekad untuk menjauhkan diri dari godaan syaitan dan zina dikala seorang ikhwan bertemu dengan akhwat yang bukan muhrom nya.

Semoga kisah ini bisa menginspirasi sobat dije ya, sekian dulu ya sobat dije kisah tentang menikah muda ini. Akhir kata saya ucapkan wabillahi taufik wal hidayah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

THIS ADS by GOOGLE

Halaman Berikutnya: