Kenapa Shalat Seorang Muslim Lebih Allah Sukai Daripada Shalat Malaikat? Begini Penjelasannya

THIS ADS by GOOGLE
Suatu keistimewaan yang sangat luar biasa Allah berikan kepada semua umat Nabi Muhammad ﷺ.



Keistimewaan itu adalah Agama Islam. Betapa Tidak? Allah lebih menyukai kita sebagai umat terakhir dibanding umat terdahulu. Bahkan shalat seorang Muslim lebih Allah sukai daripada Shalat Malaikat.
Didalam kisah diceritakan bahwa sebelum dunia diciptakan, Allah menciptakan malaikat Jibril dalam bentuknya yang paling bagus, Dia Allah Ta’ala menambahkan 600 sayap bagi Jibril, yang setiap sayapnya sepanjang antara timur dan barat.

Ketika melihat keadaan dirinya, Jibril mengagumi dirinya dan berkata, “Wahai Allah, apakah engkau menciptakan mahluk lain yang bentuknya lebih bagus dari diriku?”

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman, “Tidak!!”

Maka Jibril langsung gembira dan bersyukur kepada Allah, ungkapan syukurnya dilakukan dengan shalat dua rakaat. Dia berdiri selama duapuluh ribu tahun untuk satu rakaatnya.

Dan setelah selesai shalat, Allah berfirman kepadanya, “Wahai Jibril, engkau telah beribadah kepada-Ku dengan sebenar-benarnya peribadatan kepada-Ku, tidak ada seorang-pun yang beribadah kepada-Ku seperti ibadah yang telah engkau lakukan itu!!”

Jibril makin gembira dengan pujian Allah tersebut, dan makin menambah rasa syukurnya. Kemudian Allah berfirman lagi, “Namun akan datang seorang nabi mulia sebagai kekasih-Ku di akhir zaman.
Dia mempunyai umat yang lemah lagi berdosa, mereka melakukan shalat beberapa rakaat dalam waktu yang singkat, itupun dilakukan disertai kekurangan dan kelalaian, pikiran yang bermacam-macam, bahkan terkadang mereka berdosa besar. Tetapi demi keagungan-Ku dan keluhuran-Ku, sesungguhnya shalat mereka itu lebih Aku sukai daripada shalatmu, karena mereka shalat itu untuk menjalankan perintah-Ku, sedangkan engkau menjalankan shalat tanpa perintah dari-Ku.”

Jibril berkata, “Wahai Allah, apakah balasan atas shalat mereka itu?”

Allah Berfirman, “Aku berikan untuk mereka surga sebagai tempat tinggal mereka!!”

Jibril meminta ijin Allah untuk melihat surga tersebut dan mengitarinya, dan Allah mengijinkannya. Jibril terbang mengepakkan sayapnya, yang dengan sekali kepakan ia mencapai jarak perjalanan 3000 tahun, dan ia terus terbang hingga jarak perjalanan 300 Ribu tahun.

Ketika merasa lelah dan belum sampai juga, ia berhenti dan bersujud kepada Allah, lalu berkata, “Wahai Allah, apakah aku telah mencapai separuhnya, sepertiganya atau seperempatnya?”

Allah berfirman, “Wahai Jibril, seandainya engkau terbang (sejauh perjalanan) 300 Ribu tahun lagi, dan Aku berikan lagi kekuatan seperti kekuatanmu itu, sayap lagi seperti sayap-sayapmu itu dan engkau melakukan lagi apa yang telah lakukan itu, maka sesungguhnya engkau tidak akan sampai pada sepersepuluh dari apa yang Aku berikan kepada umat kecintaan-Ku, Muhammad ﷺ, sebagai balasan atas shalat yang mereka lakukan itu.”

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

THIS ADS by GOOGLE

Halaman Berikutnya: