Jangan Buang Nasi Basi Anda, Ada “Emas” yang Sangat Berharga

THIS ADS by GOOGLE
Nasi Anda biasanya tersisa dan tak habis dimakan? Alangkah sedihnya, karena harus selalu membuang nasi di tempat sampah.



Padahal, para petani menanam nasi dengan susah payah. Saat kecil, saya tinggal di desa dan bertetangga dengan para petani. Mereka sangat menghargai bahkan meski hanya sebutir nasi, dan akan sangat marah jika melihat ada nasi dibuang, apalagi dalam jumlah besar.
Sikap para petani itu layak kita puji. Sebab, konsumsi beras bangsa ini memang sangat tinggi. Menurut data dari Biro Pusat Statistik, sebagaimana dikutip dari Republika (21 March 2015), konsumsi beras per jiwa mencapai 114 kg/tahun. Total kebutuhan beras nasional adalah 27 juta ton/tahun, dan ternyata, kebutuhan tersebut belum bisa dipenuhi dari dalam negeri, sehingga kadang pemerintah masih harus import beras.

Nyatanya, sehari-hari, memang sulit sekali mencegah terbuangnya nasi. Oleh karena itu, daripada nasi terbuang percuma, mari kita coba manfaatkan sisa-sisa nasi kita untuk beberapa hal di bawah ini.

Sebagai Nasi Aking
Nasi aking? Mungkin ada yang kurang paham dengan istilah ini. Nasi aking berasal dari sisa-sisa nasi yang dikeringkan, lalu dijadikan pakan ternak. Kita bisa mengumpulkan nasi sisa kita, lalu kita jemur hingga benar-benar kering. Kumpulkan sampai jumlah cukup banyak, dan juallah kepada peternak ayam atau bebek yang ada di sekitar kita.
Berdasarkan situs Anugerah Ternak, harga nasi aking mencapai Rp 1500-Rp 1700/kg. Bahkan yang kualitasnya bagus, bisa mencapai sekitar Rp 2.500/kg. Menurut berita yang dilansir dari Republika.co.id (2/2/2016), saat ini banyak peternak ayam atau bebek yang beralih dari jagung yang harganya cukup mahal kepada nasi aking.
Beberapa tetangga saya melakukan aktivitas tersebut dengan telaten. Tak hanya nasi bekas mereka, tetapi juga dari para tetangga yang dengan senang hati memberikan nasi basi secara cuma-cuma. Jika dalam satu minggu dia berhasil menjual 1 kuintal nasi aking, maka dia mendapatkan pendapatan sekitar Rp 150.000-Rp 250.000,- hasil yang lumayan dengan usaha yang tidak terlalu sulit.

Sebagai MOL (Mikro Organisme Lokal) Untuk Membuat Kompos
Jika Anda senang berkebun, nasi basi juga sangat bermanfaat, karena bisa menjadi sumber nutrisi yang bagus untuk tanaman kita. Dilansir dari merdeka.com (4/2/2016), nasi basi bisa dijadikan sebagai kompos. Bagaimana cara membuatnya?

– Ambil wadah semacam ember atau bekas kaleng cat yang ada tutupnya.
– Masukkan nasi basi ke dalam wadah tersebut, tutup dan biarkan warnanya menjadi oranye
– Setelah berwarna oranye, masukkan air dan gula pasir, dan diaduk-aduk.
– Warna oranye tersebut adalah jamur, sedangkan air dan gula pasir akan memberi nutrisi pada jamur untuk terus berkembang dan melakukan proses fermentasi.
– Biarkan selama seminggu, sampai bau berubah seperti tape—berarti telah ada fermentasi.
– Setelah bau berubah, pupuk cair yang dihasilkan sudah bisa kita manfaatkan untuk menyuburkan tanaman kita.

Sebagai Pembuat Bioetanol
Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah UNS mempublikasikan penelitian Nurya Khusna dan Fajar Heri Nurcahyo1 1Pendidikan Kimia, dari FKIP UNS, tentang keberhasilan mereka dalam membuat Bio Gel Nasi Basi (Biogenasi) dengan menggunakan metode eksperimen laboratorium. Tahap yang digunakan adalah hidrolisis asam dilanjutkan fermentasi, destilasi dan pembuatan gel. Ternyata satu gram BIOGENASI dapat terbakar selama 82,8 detik dengan nyala api biru. Ke depan, penelitian ini tentu bisa dikembangkan lagi, sehingga selain bermanfaat secara ekonomis, biogenasi juga mampu menjadi salah satu energi alternatif.

Itulah beberapa manfaat nasi basi, silakan mencoba!

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

THIS ADS by GOOGLE

Halaman Berikutnya: