Bolehkah Wanita Yang Belum Menikah Berkurban?

THIS ADS by GOOGLE
Berqurban termasuk amal yang sangat dianjurkan, bagi orang yang mampu, baik lelaki maupun wanita.



Tidak ada bedanya apakah dia sudah menikah atau belum menikah.
Ibnu Hazm mengatakan:

والأضحية للمسافر كما هي للمقيم ولا فرق , وكذلك المرأة ، لقول الله تعالى : (وَافْعَلُوا الْخَيْرَ) والأضحية فعل خير . وكل من ذكرنا محتاج إلى فعل الخير مندوب إليه , ولما ذكرنا من قول رسول الله صلى الله عليه وسلم في التضحية ولم يخص عليه السلام باديا من حاضر , ولا مسافرا من مقيم , ولا ذكرا من أنثى , فتخصيص شيء من ذلك باطل لا يجوز

Berqurban boleh dilakukan bagi musafir, sebagaimana boleh dilakukan bagi mukim, dan tidak ada bedanya. Demikian pula wanita. Sebagaimana yang Allah tegaskan: [وَافْعَلُوا الْخَيْرَ] : “Lakukanlah yang baik.” (QS. Al-Hajj: 77). Dan berqurban termasuk amal baik. Semua jenis manusia yang kami sebutkan, yang butuh amal baik, dianjurkan untuk berqurban. Juga berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang berqurban, dan beliau tidak membedakan antara orang pelosok dengan orang kota, musafir dengan mukim, lelaki dengan wanita. Karena itu, membeda-bedakan mereka adalah salah, dan tidak dibolehkan. (al-Muhalla, 6:37).
Aturan yang berlaku bagi wanita yang hendak berqurban, sama halnya dengan aturan bagi yang lain. Seperti tidak boleh potong kuku, potong rambut, atau yang lainnya. Berdasarkan hadis dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَن كانَ لَهُ ذِبحٌ يَذبَـحُه فَإِذَا أَهَلَّ هِلاَلُ ذِى الْحِجَّةِ فَلاَ يَأْخُذَنَّ مِنْ شَعْرِهِ وَلاَ مِنْ أَظْفَارِهِ شَيْئًا حَتَّى يُضَحِّىَ

“Apabila engkau telah memasuki sepuluh hari pertama (bulan Dzulhijjah) sedangkan diantara kalian ingin berkurban maka janganlah dia menyentuh sedikit pun bagian dari rambut dan kukunya.” (HR. Muslim).

Allahu a’lam

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

THIS ADS by GOOGLE

Halaman Berikutnya: