Astagfirullah! Begini Polisi Israel Menghajar Umat Islam yang Sedang Sholat di Masjid Al-Aqsa

THIS ADS by GOOGLE
Korban pembantaian umat muslim Palestina di depan Masjid Al Aqsa di Kota Tua Yerussalem saat ini bertambah menjadi enam orang.



Pembantaian keji tersebut terjadi sesaat setelah ribuan muslim Palestina melaksanakan shalat Jumat di depan Masjid Al Aqsa, Jumat (21/7/2017). Umat muslim Palestina terpaksa shalat di jalan karena dilarang polisi Israel masuk ke Masjid Al Aqsa.
Ketika mereka sedang shalat, polisi Israel mengawasinya dengan sangat ketat. Bahkan sesaat setelah shalat Jumat usia, polisi Israel menyerang muslim Palestina secara membabi buta.

Polisi Israel menyerang dengtan menggunakan amunisi, gas air mata dan peluru karet. Tiga umat Islam dinyatakan meninggal dunia dalam pembantaian tersebut. Sebanyak 400 orang lainnya mengalami luka-luka. Salah satu korban diduga seorang remaja Palestina berusia 18 tahun.

Ketegangan antara muslim Palestina dan polisi Israel meningkat setelah Israel menerapkan larangan umat Islam yang berumur di bawah 50 tahun memasuki kawasan Masjid Al Aqsa di Kota Yerusalem.

“Izin masuk ke Kota Tua dan Bukit Bait Suci akan dibatasi untuk lelaki berusia 50 tahun ke atas. Perempuan dari semua kelompok usia akan diizinkan masuk,” kata salah satu pejabat polisi Israel.

Juru bicara kepolisian Israel Mickey Rosenfeld mengatakan, pasukan keamanan tambahan telah dikerahkan di Kota Tua dan sekitarnya untuk menghalau para pengunjuk rasa.

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

THIS ADS by GOOGLE

Halaman Berikutnya: