AllohuAkbar! Yordania Desak Israel Cabut Agresi di Al-Aqsha

THIS ADS by GOOGLE
Raja Jordania, Abdullah II mendesak agar pemerintah Israel menghentikan semua langkah keamanan di Kompleks Masjid Al-Aqsha.



Hal ini disampaikannya ketika bercakap dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Senin (24/7/17).
Raja Abdullah mengatakan, guna memulihkan ketegangan di tempat suci tersebut, langkah cepat mesti dilakukan. Ia menekankan Israel untuk menghentikan semua langkah keamanan di Al-Aqsa.

Seperti banyak diberitakan sebelumnya, Israel telah memasang mesin pendeteksi logam dan kamera di pintu masuk ke Kompleks Masjid Al-Aqsha, yang dikenal oleh umat Yahudi sebagai Bukit Kenisah, sejak 14 Juli. Hal ini dilakukan Zionis setelah terjadinya peristiwa penembakan saat tiga orang Arab Israel menembak dua polisi Yahudi di tempat itu.

Belum cukup sampai situ, Israel juga membatasi warga Muslim Palestin yang ingin beribadah ke Masjid Al-Aqsa. Mereka berdalih bahwa itu dilakukan untuk mencegah kerusuhan lebih jauh.

Tindakan pembatasan Israel ini telah membuat marah warga Palestina dan umat Muslim di seluruh dunia. Mereka menganggap tindakan Zionis itu sebagai upaya Israel untuk merebut kekuasaan atas kompleks itu.

Bentrokan yang terjadi setiap hari telah berkecamuk antara warga Palestina dan personel keamanan Yahudi sejak pemasangan detektor tersebut. Pekan lalu, lima warga Palestina tewas.

Raja Abdullah mengatakan, penting untuk menyepakati langkah tertentu guna mencegah setiap eskalasi pada masa depan, dan menegaskan perlunya untuk menghormati status hukum dan sejarah Masjid Al-Aqsha.

Israel telah merebut kendali atas Jerusalem Timur dalam Perang 1967, tapi kompleks masjid itu telah dikelola oleh lembaga agama Yordania yang diawasi oleh Pemerintah Yordania.

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

THIS ADS by GOOGLE

Halaman Berikutnya: