Kisah Masyita, Anak Tuna Netra Inspiratif Angkat Derajat Ortu Lewat Al-Quran

THIS ADS by GOOGLE
Nama gadis kecil ini Masyita Pustri Nasyira.



Ia adalah seorang anak yang masih berusia 9 tahun namun telah mengubah hidup orang tuanya menjadi lebih baik, lebih terpandang dan terangkat derajatnya. Buah hati dari pasangan Nasrudin (39) dan Irawati (39) ini telah memberangkatkan kedua orang tuanya pergi ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji tahun 2016 lalu.
Kehadiran Masyita tak hanya mengubah hidup orang tua dan keluarganya jadi lebih baik saja. Gadis ini juga telah menjadi penyejuk tersendiri di rumahnya atas lantunan ayat suci yang dibacanya setiap hari. Ya, Masyita adalah seorang anak yang piawai menyenandungkan Murottal Al-Quran atau bertilawah dengan lagu.

Mengenai Masyita sendiri, ia bukanlah seorang anak yang diselimuti kesempurnaan seperti anak-anak pada umumnya. Sejak bayi, gadis manis ini telah menderita Low Vision atau masalah pada penglihatan yang cukup serius. Ia terlahir dalam kondisi prematur dan berada di ruang inkubator sedikitnya selama dua bulan. Kelahiran prematur inilah yang digadang-gadang menjadi penyebab Masyita menderita Low Vision.

Meski begitu, Masyita bisa senantiasa belajar Al-Quran dengan mendengarkan lewat ponsel atau rekaman kaset. Sejak usia 5 tahun, ia telah piawai melantunkan ayat suci Al-Quran. Di usianya yang masih sangat belia, ia bahkan telah hafal jus 29 dan 30 di luar kepala. Ia juga hafal beberapa surat lain seperti Ar-Rahman, Yasiin dan masih banyak lagi.
Dikutip dari laman merdeka.com, atas kepiawaiannya dalam bermurottal, Masyita sering diundang ke berbagai acara. Inilah yang membuatnya berpenghasilan lebih baik sehingga ia mampu membantu memperbaiki ekonomi keluarga.

Sang ibu yakni Irawati mengatakan, “Kehadiran Masyita membawa pengaruh baik dalam kehidupan keluarga kami. Dia telah mengangkat derajat kami melalui Al-Quran. Keahliannya dalam bermurottal membuat saya dan bapaknya bisa berangkat ke tanah suci. Memiliki rumah yang lebih baik. Karena bapaknya hanya bekerja sebagai pegawai honorer di salah satu instansi, sangat sulit rasanya bagi kami untuk bisa berangkat ke tanah suci. Bersyukur, ada Masyita di hidup kami.”

Selain bisa memberangkatkan haji dan merenovasi rumah, adanya Masyita juga membuat sang ibu menjadi lebih dekat dengan sang pencipta. Keluarganya juga semakin serius dalam mendalami juga mempelajari ilmu agama.

“Dulu saya bekerja sebagai sekretaris di perusahaan swasta. Tentu pakaian saya tidak begini. Berkat Masyita, saya sadar bahwa berpakaian dengan pakaian yang lebih sopan, santun dan syar’i begitu penting. Kami jadi lebih dekat dengan Tuhan. Kami setiap hari juga selalu berusaha untuk membaca Al-Quran dan memaknai nya,” tambah Irawati.

Sungguh Masyita adalah anak yang sangat membanggakan ya. Semangat terus nak. Semoga senantiasa bahagia dan berada dalam lindunganNya. Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan.

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

THIS ADS by GOOGLE

Halaman Berikutnya: