Tewas Ditemukan di Semak Semak, Cewek ini Dikubur Bersama Gaun dan Perlengkapan Pre-wedding. Kisahnya Sedih Banget

THIS ADS by GOOGLE
Tangis keluarga pecah ketika melakukan pemakaman Chatarina Wiedyawati (30) atau yang biasa akrab disapa Wiwit, korban pembunuhan sadis yang diduga dilakukan oleh calon suaminya sendiri, Martinus Asworo (33).



Korban dimakamkan di Pemakaman Ngrau, Suryodiningratan, Mantrijeron, Yogyakarta, Kamis (18/5/2017) lalu bersama perlengkapan yang akan digunakannya saat foto pre-wedding.

Hendak melakukan foto pre-wedding
Wiwit yang menjadi korban pembunuhan sadis yang ditemukan di semak-semak di kawasan Jalan Sukabangun II, Kelurahan Sukajaya, Sukarami, Palembang pada Kamis lalu ternyata ingin melakukan foto pre-wedding bersama calon suaminya, Martinus, yang telah ia kenal sejak dua tahun lalu.

Keduanya berencana akan menikah pada bulan September mendatang. Oleh karena itu, mereka pun melakukan pemotretan. Ada tiga tempat di Palembang yang menjadi pilihan mereka. Sebagaimana yang dikatakan oleh adik sepupu korban, Alvian Nur Budi Prasetyo.

“Menurut rencana, Mbak Wiwit akan ke Yogyakarta untuk pemotretan pre-wedding di tiga tempat pada Minggu (7/5). Rencananya akan foto di Tamansari, Tebing Breksi dan terakhir di pantai. Semua sudah direncanakan matang oleh Mbak Wiwit. Karena Mbak Wiwit saking gembiranya memersiapkan pernikahannya yang akan digelar September mendatang,” ucapnya seperti dikutip Merdeka.com, Sabtu (20/5).

Dan segala perlengkapannya telah disiapkan dengan matang. Mulai dari gaun, buket bunga, softlens, dan balon.
Menghilang setelah berpamitan kepada keluarga

Namun anehnya, semenjak berpamitan pada pihak keluarga untuk foto pre-wedding, keberadaan korban tak lagi terdengar.

“Keluarga semakin bingung karena sudah pamit ke Yogyakarta kok tidak ada kabar. Apalagi Mbak Wiwit sudah janjian dengan pihak jasa pemotretan pre-wedding. Kok tiba-tiba menghilang. Padahal semua perlengkapan pre-wedding seperti gaun, softlens, buket bunga dan balon sudah saya siapkan semuanya,” ungkap Alvian.

Adapun kabar keberadaan korban namun sudah meninggal dunia. Korban ditemukan di semak-semak dalam kondisi bercucuran darah. Identifikasi korban pun baru diketahui setelah diautopsi di RS Bhayangkara Palembang.

Berdasarkan hasil autopsi, korban tewas karena ada luka pukulan benda tumpul di belakang kepala. Selain itu, tengkoraknya pecah dan tangan kanan dalam kondisi patah terpuntir ke belakang.

Jenazah diterbangkan ke Yogyakarta

Setelah jenazah korban teridentifikasi, pihak keluarga pun langsung menerbangkan ke Yogyakarta pada Rabu (17/5) sore dan kemudian disemayamkan di rumah duka di Perumahan Surya Permai 2, Suryodiningratan, Mantrijeron, Yogyakarta.
Pelaku adalah calon suaminya sendiri

Kepergian mendiang Wiwit tentu meninggalkan bekas duka yang amat mendalam bagi keluarga, kerabat serta sahabat dan teman-teman korban. Terlebih lagi alumnus Magister Manajemen (MM) UGM tersebut meninggal dalam kondisi mengenaskan.

Namun pihak keluarga semakin terkejut saat mengetahui bahwa pelaku pembunuhan itu adalah calon suami korban yang tak lain adalah Martinus.

“Kami enggak menyangka bahwa Mbak Wiwit akan bernasib seperti itu. Apalagi dugaan pelakunya adalah calon suaminya sendiri,” tutur Alvian.

Dugaan ini diperkuat dengan menghilangnya sosok Martinus sejak meninggalnya korban. Selain itu, Martinus juga menjadi orang terakhir saat bersama korban sebelum dihabisi antara pada Sabtu (6/5) malam atau Minggu (7/5) dini hari.

“Orang terakhir yang bersama Mbak Wiwit adalah calon suaminya yang bekerja sebagai tenaga fotokopi di salah satu sekolah swasta di Palembang. Karena saat itu Mbak Wiwit dan calon suaminya sedang dalam perjalanan akan ke bandara dan akan terbang ke Yogyakarta untuk melakukan pemotretan pre-wedding,” kata Alvian.

“Keanehan lainnya adalah dari beberapa ATM milik Mbak Wiwit semuanya kosong. Dari pelacakan yang dilakukan keluarga, di salah satu rekening Mbak Wiwit ada uang Rp 6,5 juta tetapi ditarik oleh seseorang sebesar Rp 6,4 juta pada hari Kamis (11/5) di daerah Lampung Timur.”

“Padahal, saat itu Mbak Wiwit diketahui sudah meninggal dunia. Anehnya itu kok ATM-nya kosong, padahal orang mau menikah itukan harusnya punya tabungan. Tapi kok rekening Mbak Wiwit kosong,” lanjut Alvian.

Tapi dugaan tersebut masih belum bisa dibuktikan kebenarannya. Dan hingga saat ini, pihak Polresta Palembang masih terus melakukan penyelidikan guna mencari pelaku pembunuhan Wiwit, serta motif pembunuhan tersebut.

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

THIS ADS by GOOGLE

Halaman Berikutnya: