Sipir Suka Memeras Membuat 488 Tahanan Kabur, Menkum HAM Mencak-mencak dan Gebrak Meja

THIS ADS by GOOGLE
Kasus kaburnya 400 ratus lebih tahanan di Rutan Sialang Bungkuk,pekanbaru Riau, membuat Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, turun tangan melakukan inspeksi ke rumah tahanan tersebut.



Sang Mneteri pun emosi, mencak-mencak, bahkan sampai menggebrak meja saking emosinya.

Kemarahan sang Menteri, karena hal ini adalah kasus yang terulang, dan terulang kembali. Semuanya karena ulah serta perilaku sipir penjara yang suka memeras para tahanan dan keluarga tahanan. Itu pula yang terjadi di Rutan Klas IIB, Sialang Bungkuk, Pekanbaru.
Perilaku koruptif tersebut kemudian memicu kemarahan Menteri Hukum dan HAM, Yasonnal H Laoly, kepada kepada para petugas dan sipir Rutan Sialang Bungkuk, Minggu (7/5).

Kemarahan Menkum HAM Yasonnal Laoly tersebut diungkapkannya dalam bentuk suara meninggi dan diakhiri dengan pukulan meja dengan tangan kanannya. Aksi pukul meja ini terekam video yang kemudian beredar hingga ke wartawan, padahal pertemuan di dalam Rutan tak diperbolehkan wartawan masuk.

“Itu sudah unsur pidana, saya tidak akan toleransi (sambil pukul meja). Sangat biadab, Tak akan ada yang bertanggung jawab. Dulu saya sudah katakan stop, percuma bicara berbuih-berbuih. Peredaran uang sangat mengerikan (di Rutan). Mental kalian tak berubah,” kata Yasonna dengan nada meninggi.

Menteri Yasonna juga meminta Kapolda Riau, Irjen Pol Zulkarnain, untuk tak sungkan untuk memeriksa dan memidanakan sipir serta petugas Rutan Sialang Bungkuk yang terlibat pungutan liar (Pungli).

“Saya minta Pak Kapolda (Riau, Irjen Pol Zulkarnain) untuk proses pidana, jadi tidak hanya sanksi administratif. Ini mengerikan,” jelas Yasonna, seperti diwartakan riauonline.co.id.
Ia menjelaskan, ruang transit selama ini sering disalahgunakan sebagai sarana pemerasan sipir dan petugas Rutan untuk mendapatkan Rupiah demi Rupiah. Padahal, ruang transit tersebut, tuturnya, hak para tahanan bertamu bertemu keluarganya.

Itu hak mereka, jelas politisi PDI Perjuangan tersebut, bukan hak untuk dibayar. Sudah berkali-kali ia mengingatkan kepafda selurub petugas dan sipir Rutan serta Lapas, tapi tetap saja dilanggar.

Ia mengatakan, Kemenkum HAM mengejar uang ke negara dan Presiden memberikan uang di APBN untuk membangun gedung-gdeung lapas dan rutan. Itu semua sia-sia belaka, ternyata mental tak juga berubah.

“Saya peringatkan di sini, jangan main-main. Meras pidana, Pak Kapolda di sini (Kapolda teriak Siap). Tak cukup lagi administratif, tak cukup lagi, tak bisa. Pidanakan, jangan sungkan, malu Pak,” perintah Yasonna ke Irjen Pol Zulkarnain.

Yasonna juga mendamprat Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkum HAM Riau di forum tadi siang. “Mana Pak Kadiv Pemasyarakatan. Apa kerjamu selama ini, perhatikan ini semua. Ini sejarah, kabur paling banyak. Redistribusi tak jalan. Sudah kita sampaikan, sudah padat, redistribusi (Tak Juga dilakukan),” gerutunya.

Sebelumnya, Jumat, 5 Mei 2017, sebanyak 488 tahanan kabur dari Rutan Sialang Bungkuk. Jumlah tersebut merupakan rekor tahanan kabur di Indonesia, bahkan dunia. “Buat pertama kali segede ini (488 tahanan kabur),” kata Menteri Yasonna.

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

THIS ADS by GOOGLE

Halaman Berikutnya: