Kisah di Balik Ribuan Karangan Bunga untuk Ahok-Djarot, Terselip Karangan Bunga untuk Fadli Zon

THIS ADS by GOOGLE
Rangkaian bunga memang sering dijadikan alat untuk mengekspresikan ucapan selamat.



Hal tak biasa terjadi pada Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok beserta wakilnya, Djarot Saiful Hidayat.
Ketika kalah dalam Pilkada DKI Jakarta, Ahok-Djarot justru menerima ribuan karangan bunga.

Tak hanya dari warga Jakarta, karangan bunga juga datang dari daerah lain.
Ucapan yang disampaikan beragam, kata-kata unik menghiasi karangan bunga yang sebagian besar menyatakan kekagumannya kepada Ahok-Djarot.
Ribuan karangan bunga ini memenuhi area Balai Kota DKI Jakarta hingga Monas.

Namun, keindahan yang mewarnai Balai Kota DKI Jakarta nyatanya tak menarik bagi Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon.
Dikutip dari laman Detik.com, Fadli Zon menanggapi jika karangan bunga hanya merupakan pencitraan murahan.



Di sisi lain, warna-warni bunga tentunya menjadi pemandangan menarik bagi masyarakat.
Tak jarang warga menyempatkan diri untuk berfoto dengan rangkaian bunga yang menghiasi Balai Kota DKI Jakarta.
Namun sayang, peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 1 Mei lalu diwarnai aksi pembakaran karangan bunga.

Tak ada alasan yang jelas terkait dengan pembakaran ini.
Namun, aksi berhasil dihentikan polisi dan Satpol PP.

Perwakilan massa buruh pun menyampaikan ucapan maaf atas tindakan ini.
Ya, karangan bunga bagi pemimpin Ibu Kota yang tak lama lagi menghabiskan masa tugasnya memang merupakan fenomena baru.
Kecintaan warga dan ungkapan terima kasih terlukis jelas dari ribuan karangan bunga yang menghiasi Balai Kota DKI Jakarta bagi Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat.

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

THIS ADS by GOOGLE

Halaman Berikutnya: