Jeritan Hati Seorang PSK: Pura-pura Mendesah dan Tutup Mata, Yang Diingat Cuma Anak

THIS ADS by GOOGLE
Pekerja esek-esek atau PSK adalah orang-orang yang selalu mendapatkan cemooh di lingkungan sekitarnya dan dicap negatif.



Namun, rata-rata mereka melakukan pekerjaan terkutuk itu bukan karena pilihan pertama. Umumnya mereka menjalani kebanyakan terhempit urusan ekonomi.

Hati mereka menjerit, tak hanya hukuman sosial berupa pandangan sinis masyarakat, tapi juga tidak jarang perlakuan tidak manusiawi didapatkan para PSK saat melayani tamunya.
Mereka yang terpaksa harus menjalani hidup sebagai PSK, mau berbagi cerita dengan media. Mereka tanpa malu menceritakan suka dukanya selama melayani para hidung belang.

Seperti dinukilkan radar cianjur, Kamis (25/5), yang melakukan penelusuran kehidupan PSK, mereka melayani tamu dan mendapatkan pesanan tidak selalu menyenangkan. Senyuman dan rasa senang itu hanya dianggap angin lalu. Mereka serba salah dan tak bisa berbuat banyak. Di tengah himpitan ekonomi, pesanan yang datang untuk melakukan booking menjadi beban pikiran tersendiri bagi PSK.

Salah satu PSK yang berdomisili di wilayah Cipanas, MS (28) dengan terbuka menceritakan pengalaman pahitnya. Tak semua tuan yang ia layani bersikap baik layaknya tamu kehormatan. Masih ada tamu yang justru berperilaku kasar dan menganggap dirinya sebagai makhluk terendah yang ada di muka bumi.

Tak sering namun ada saatnya ia diperlakukan tak manusiawi. “Kadang dijambak, kadang diludahi. Semua itu diterima karena masih satu paket pelayanan,” ungkapnya sambil menghisap sebatang rokok.

Tak bisa marah dan tak bisa menolak, semua itu harus dijalani dengan profesional. Satu tujuan yang ada dibenaknya yaitu mendapatkan nominal rupiah yang cukup untuk dirinya dan sang buah hati. Wanita dengan paras cantik dan body semampai ini harus menjalankan drama yang relatif singkat selama melayani tamu.
Dengan senyuman palsu dan wajah yang tak pernah berhenti berseri-seri, MS selalu berbicara dengan nada yang lembut dan ramah. Terlintas dalam pikirannya, semoga drama singkat yang ia lakoni dapat berjalan dengan instan.

“Kalau lagi ‘main’ berharap pengen cepet beres terus dibayar. Beres dibayar ya langsung pulang aja,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.

Kadang kala, saat sedang melayani, MS pun enggan melihat wajah tuannya. Ia pun lebih memilih untuk menutup matanya dan melengkapi aktingnya dengan suara yang mendesah untuk membuat nafsu tamunya tak pernah surut.“Saat tutup mata, yang diingat cuma anak di rumah,” tambahnya lagi.

Untuk dapat menjalani drama singkat dengan MS, tamu hanya dipatok Rp300 ribu hingga Rp500 ribu. Nominal itu belum termasuk ruangan yang akan digunakan untuk ‘eksekusi’. Sedangkan untuk drama hingga ayam jantan berkokok, MS memasang tarif Rp2 juta hingga Rp3 juta.

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

THIS ADS by GOOGLE

Halaman Berikutnya: