Tragis! Seorang Bocah Kemaluannya Putus Saat Sunat, Dokter Malah Lakukan Hal Ini

THIS ADS by GOOGLE
Seorang dokter terpaksa berurusan dengan pihak yang berwajib karena dugaan melakukan malpraktik.



Dokter tersebut dianggap lalai hingga mengakibatkan seorang bocah terpotong kemaluannya saat sunat.

Seperti diwartakan Kompas, Jaksa penuntut Swiss Judith Levy Owczarczak menuduh sang dokter berusaha untuk menutupi insiden yang terjadi pada 2014 silam.

Disebutkan jika dokter tersebut tidak langsung melarikan sang bocah ke rumah sakit selepas kemaluannya terpotong. Dokter itu malah keluar selama empat jam untuk mecari kateter.

“Dia malah berkeliling Geneva selama empat jam untuk mencari kateter,” ujar Judy.
Charles Joye, kuasa hukum dokter Italia itu berdalih jika kliennya yang telah menyunat lebih dari 2.500 pasien tersebut telah menyarankan keluarga sang bocah untuk membawa ke rumah sakit.

Joy lantas menjelaskan kronologi insiden tersebut. Ia memaparkan jika peristiwa tersebut berawal dari keluarga dari pasien yang asli Aljazair berusaha mengambil gambar saat proses sunat.

Dokter tersebut bergerak tanpa sengaja karena difoto. Tragisnya, gerakan tersebut membuat alat vital sang bocah terpotong.

“Dokter berusaha menyambungkan kembali kemaluan anak itu tetapi dia tak memiliki kateter yang tepat,” papar Joye.Keluarga yang secara terus menerus berusaha mengabadikan proses sunat tersebut dianggap oleh Joy sebagai penyebab insiden tersebut. Joy berkesar jika hal tersebut bukan kesalahan dokter.

Bagaimana nasib bocah itu? Kemaluannya sudah disambung kembali lewat empat kali operasi dan dia harus menghabiskan waktu satu bulan di rumah sakit.

“Bentuk kemaluannya cukup memuaskan meski agak bengkok, tetapi dia kehilangan banyak kelenjar,” ujar dokter yang mengoperasi anak itu.

Dokter yang mengoperasi tersebut menjelaskan di pengadilan jika sang bocah harus kembali menjalani operasi ketika usianya 18 tahun.

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

THIS ADS by GOOGLE

Halaman Berikutnya: