Selain Panen Kecaman, Video Kampanye Ahok-Djarot Dianggap Lecehkan Presiden Jokowi

THIS ADS by GOOGLE
Anthony Leong, Ketua Perkumpulan Indo Digital Volunteer, berencana akan melaporkan video kampanye Ahok-Djarot yang berdurasi dua menit ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).



Pasalnya, menurut Anthony, tema yang dibahas (soal keberagaman) tak lain hanya mencerminkan potret yang melecehkan Presiden Jokowi—yang seolah tak mampu menjaga stabilitas dan keamanan Indonesia.

“Video ini parah, ini sebuah isu yang melecehan Presiden Jokowi karena dianggap tidak mampu menjaga keamanan dan stabilitas politik. Kampanye yang digaungkan itu bukan lagi keberagaman, ini pelecehan terhadap masyarakat yang dianggap selalu punya watak kekerasan, pelecehan terhadap akal sehat kita sebagai manusia biasa dan pelecehan terhadap sistem demokrasi Indonesia,” papar Anthony dalam konferensi persnya, Minggu (9/4/2017), seperti dilaporkan dalam Republika.
Video yang diunggah di portal resmi media sosial Ahok itu menggunakan tagar #BeragamItuBasukiDjarot. Anthony menyebut video itu tak diluncurkan dalam momentum yang tepat. Pasalnya, keberagaman Indonesia itu sebuah fakta yang memang sudah melekat. Keberagaman itu sudah fakta, tidak perlu terus diumbar.

“Video ini seakan-akan Jakarta belum siap menerima keberagaman. Saya sendiri sangat tidak terima dengan iklan video tersebut. Kami lagi mengkaji dan mempersiapkan laporan ini ke KPI,” beber Anthony.

Baca juga: Setujui Penundaan Sidang Ahok, Jimly Utarakan Inilah Sebabnya

Anthony melanjutkan, video itu juga merupakan hal yang kontradiktif mengingat Ahok selama ini diketahui kerap mengumbar kedamaian, kebhinnekaan dan Pancasila. Namun justru video itu malah menampilkan berbagai visual yang mencekam.

“Dalam perspektif pesan komunikasi, visual-visual, dan gambar itu mengirim sebuah makna teror,” tukas Anthony.

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

THIS ADS by GOOGLE

Halaman Berikutnya: