Raih Juara Dua di Kelasnya, Gadis Ini Malah Bunuh Diri Gara-gara Satu Kalimat Ini dari Ayahnya

THIS ADS by GOOGLE
Sungguh disayangkan, gadis ini nekat melepas nyawanya dengan cara tragis karena ayahnya.



Muhammad, itulah nama seorang netizen asal Malaysia yang membagikan kisah tragis tersebut.

Melalui akun media sosialnya, diceritakan bahwa Muhammad berkenalan dengan seorang ibu. Perkenalan ini membuat keduanya menjadi terbuka satu sama lain. Sampai akhirnya ibu tersebut berani menceritakan perihal pribadinya.

Melansir TribunSumsel.com, ibu yang tak diketahui namanya itu adalah seorang yang berpendidikan tinggi. Begitu pun dengan suaminya. Hal ini membuat ia dan suaminya sangat dihormati oleh lingkungannya.

Namun di sisi lain, hal itu malah membawa dampak buruk bagi anak perempuannya yang berusia 15 tahun. Jiwa pendidikan yang begitu tinggi membuat suaminya menjadi seorang yang tegas, ketat dan juga kasar.

Ia membuat peraturan pada anaknya yang untuk selalu belajar, belajar dan selalu belajar.
Hal ini membuat anaknya tak bisa merasakan indahnya masa kecil. Jangankan untuk bermain bersama teman, bermain di dalam rumah saja ia tak diperbolehkan.

Meski tumbuh dengan terkekang, namun gadis ini selalu menikmatinya karena ia selalu berpikir bahwa ini mungkin cara terbaik orangtuanya untuk membuatnya menjadi anak yang lebih baik dan memiliki masa depan cerah seperti kedua orangtuanya.

Namun pemikiran itu langsung sirna ketika ayahnya mengucapkan satu kalimat.

Kalimat itu telah menghancurkan hatinya.

Hal ini terjadi ketika ia mengobrol pada ayahnya sehari sebelum hasil ujian diumumkan.

Di mana terjadi percakapan.
Anak gadis : “kalau suatu saat aku bukan lagi anak yang pintar, tidak juara 1, papa akan bagaimana?”

Ayah : “ya, kamu bukan anak papa lagi!”

Keesokan harinya, anak ini pergi ke kamar, lalu mengeluarkan suara teriakan yang sangat keras, orang tua terkejut dan langsung mengetok pintu kamarnya.

Karena tak kunjung dibuka, ayahnya langsung memutuskan untuk mendobrak pintu itu sampai akhirnya terbuka.

Namun kehadiran mereka sudah terlambat.

Putri mereka yang dikenal sebagai anak yang pintar dan teladan itu telah terbujur kaku dengan tali yang melilit di lehernya.

Semua ini terjadi hanya karena hasil ujian dia “juara 2”!
Ternyata baru diketahui, hubungan dia dan ayahnya sangat dingin.

Anaknya sering berusaha untuk menghangatkan hubungan mereka, namun tidak pernah berhasil.

Ibunya bercerita, “pernah suatu kali, saat ulang tahun ayahnya, ia membuatkan kue dengan tangannya sendiri.

Namun ayahnya malah memarahinya dan menyuruh dia untuk jangan memboroskan uang, dan pergi belajar!”

Yang lebih parahnya lagi, anaknya pernah bangun sangat pagi demi menyiapkan sarapan untuk keluarga.

Namun lagi-lagi, respon yang diberikan sang ayah sangat mengecewakan. Bahkan ayahnya sampai berkata seperti ini, “kamu mau jadi pembantu?”.

Muhammad yang mendengar cerita ibu itu langsung meneteskan air mata. Karena tak ingin kejadian ini terjadi terulang, ia pun membagikannya ke media sosial.

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

THIS ADS by GOOGLE

Halaman Berikutnya: