Melakukan Kekerasan pada Bayi, Pengasuh Ini Justru Bebas, Baca Kisahnya Bikin Darah Mendidih!

THIS ADS by GOOGLE
Menggunakan babysitter biasa digunakan oleh para orangtua yang sibuk sehingga tidak sempat menjaga anaknya.



Apalagi untuk pasangan yang baru saja menjadi orang tua.

Alasannya para orang tua menyerahkan anaknya pada pengasuh pun bermacam-macam.

Beberapa dari mereka merasa masih takut untuk merawat bayi yang baru lahir.

Tentu saja keberadaan pengasuh ini sangat membantu pekerjaan orang tua.

Tak jarang, seiring waktu berjalan, mereka pun dianggap menjadi bagian keluarga.

Meskipun begitu, tak berarti anak-anak ini berada di tangan orang yang aman.

Hal inilah yang dialami oleh pasangan Joshua Marbury dan Alicia Quinney.

Mereka menyangka telah mempercayakan putranya, Jacob, di tangan orang yang tepat.
Orang tua ini bahkan sudah menganggap pengasuh ini sebagai bagian dari keluarganya.

Namun, pada suatu malam, saat baru tiba di rumah, mereka dikejutkan oleh hal mengerikan.

Bayi mereka menjerit dan menangis di lantai kamarnya, melansir ViralNova.

Pada pagi harinya, Jacob pun dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka lebam di seluruh wajah dan badan.

Para dokter memeriksa Jacob dan pekerja sosial mengabadikan foto pertanda kekerasan ini.

Mereka bahkan menemukan memar bentuk tangan di wajah Jacob.

Setelah melakukan penyelidikan, mereka akhirnya tahu bahwa sang babysitter yang bernama Markell Hilaire adalah pelaku kekerasan ini.

Meskipun sudah ada bukti yang jelas dan pengakuan dari sang pelaku, hukum justru tak berjalan.

Orang tua Jacob dibuat bingung dengan kenyataan tak adil ini.

Mereka menyadari bahwa peraturan hukum di Oregon, Amerika Serikat, mengenai kekerasan pada anak seakan mati.

Menurut undang-undang Oregon, jaksa harus membuktikan bahwa ada rasa sakit dan cedera fisik pada korban.

Tanpa adanya orang yang melihat, saksi yang dianggap paling kuat adalah Jacob sendiri.

Sayangnya, Jacob belum bisa berbicara dan menceritakan apa yang telah ia alami.
Karena itulah kasus ini dianggap tidak punya cukup bukti untuk meminta pertanggungjawaban pelaku.

Kesal dan tak terima dengan apa yang dialami keluarganya, Marbury pun mengunggah kekecewaannya melalui akun Facebook-nya.

Ia bahkan mengunggah foto-foto anaknya yang mengalami lebam.

Marbury mengaku sangat merahasiakan kondisi keluarganya.

Namun, ia ingin semua orang tahu ketidakadilan yang dialaminya.

Ia berharap tak ada lagi kasus kekerasan pada anak seperti yang dialami Jacob.

Apalagi jika pelaku bisa bebas begitu saja.

Unggahannya ini jadi viral dan sudah dibagikan lebih dari 406 ribu kali.

Para netizen ramai menyampaikan rasa simpatinya atas apa yang menimpa Jacob.

Tanya Brumbaugh: “Ini sangat mengerikan! Aku ikut prihatin! Aku harap kalian mendapat keadilan atas sang bayi!!!”

Kasus yang terjadi pada Mei 2016 ini membuat orang-orang melakukan petisi untuk menuntut sang pelaku.

Setelah melalui persidangan panjang, sang pelaku hanya dihukum selama 3 bulan.

Tak berhenti sampai di situ, kini petisi muncul untuk meminta pemerintah mengganti undang-undang tersebut.

Hingga kini kasus ini masih bergulir.

Semoga bayi Jacob mendapatkan keadilan yang seharusnya.

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

THIS ADS by GOOGLE

Halaman Berikutnya: