Lamaran Ditolak, Pemuda Akhiri Nyawa Mahasiswi Palembang

THIS ADS by GOOGLE
Universitas Bina Darma (UBD) Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), saat ini sedang dirundung kabar duka. Salah satu mahasiswinya, SO (19), meninggal dunia setelah mendapatkan empat kali tusukan pisau tajam di tubuhnya.



Nyawa mahasiswi semester 2 Fakultas Ilmu Komputer UBD Palembang ini ternyata harus berakhir di tangan kekasihnya sendiri, Suryanto alias Kempol (25). Diduga, pembunuhan sadis](2925022 “”) ini dilakukan tersangka karena kisah asmaranya tidak direstui orangtua korban.

Kejadian bermula pada Sabtu siang, 29 April 2017. Sekitar pukul 12.00 WIB, tersangka menjemput korban yang baru pulang kuliah di depan kampusnya.

Suryanto membawa kekasihnya ke rumahnya di Jalan Tut Wuri Handayani, RT 62 RW 10, Kelurahan Sukawinatan, Palembang.
Saat Nuryatmi memanggil nama anaknya, Suryanto dan korban langsung keluar. Mereka pun berbincang-bincang dan akhirnya terjadi percekcokan.

Dari informasi yang diperoleh, Suryanto marah karena niatnya untuk melamar kekasih hatinya ditolak mentah-mentah oleh ibu korban. Bahkan, Nuryatmi menyarankan agar Suryanto datang ke rumahnya secara baik-baik jika ingin niat melamar.

Sakit Hati Lamaran Ditolak

Diduga karena sakit hati lamarannya ditolak, akhirnya Suryanto menarik paksa korban dan masuk ke dalam salah satu kamar di rumahnya. Tak berapa lama, terdengar suara teriakan korban.

Karena merasa cemas, Nuryatmi dan Fatimah akhirnya mendobrak pintu kamar tersebut. Betapa kagetnya mereka melihat korban sudah tersungkur di lantai dengan bersimbah darah.

Tak lama kemudian, tersangka langsung menjatuhkan pisau di tangannya dan lari dari rumahnya. Nuryatmi dan Fatimah pun berusaha meminta bantuan tetangga untuk menolong korban.

Korban lalu di bawa ke Rumah Sakit Myria Palembang. Sayang, nyawanya tak tertolong. Karena banyaknya darah yang mengucur dan luka tusukan yang cukup dalam.

Menurut penuturan Fatimah, sebelum SO berteriak kesakitan, mereka mendengar ada suara ribut seperti cekcok mulut antara tersangka dan korban.
“Kami melihat tersangka menendang tubuh SO yang sudah berlumuran darah. Dia masih berdiri di samping SO sambil pegang pisau, lalu langsung lari keluar kamar,” ucap dia kepada Liputan6.com.

Keluarga korban akhirnya melaporkan kejadian ini ke Polsek Sukarame, Palembang. Tak berselang lama, tersangka sudah bisa ditangkap petugas kepolisian.

Ternyata Suryanto pernah berbuat nekat sebelum melakukan pembunuhan sadis ini. Tersangka pernah menemui ibu korban sambil membawa senjata tajam. Diduga, perselisihan antara ibu korban dan tersangka sudah terjadi sejak lama, karena terkendala restu.

Hasil Visum

Dari hasil visum di RS Bhayangkara Palembang, di tubuh korban terdapat tiga luka tusukan di bagian perut dan satu tusukan di bagian dada. Bahkan, luka tusukan di dada lebih dari 10 centimeter.

“Korban diduga meninggal karena luka tusukan di bagian dada. Di lengan kiri korban juga terdapat luka robek yang cukup besar,” ujar dr Indra, tim medis visum RS Bhayangkara Palembang.

Sebelum kejadian, korban sempat mengikuti jadwal perkuliahan Analisa Proses Bisnis pada pukul 08.00 WIB hingga 10.00 WIB. Setelah itu, tidak ada lagi jadwal perkuliahan korban di kampusnya.

Di kampus sendiri, korban dikenal sebagai mahasiswi yang bertingkah baik dan tidak pernah ada permasalahan di kampus.

“Kami menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya salah satu mahasiswi kami,” ujar Muhammad Izman Herdiansyah, Dekan Fakultas Ilmu Komputer UBD Palembang.

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

THIS ADS by GOOGLE

Halaman Berikutnya: