Wanita Asal Sumut Nekat Temui Raja Salman di Hotel St Regis Bali, Ia Membawa Tas Yang Isinya…

THIS ADS by GOOGLE
St Regis Nusa Dua adalah hotel tempat Raja Salman Bin Abdulaziz al-Saud menginap, beberapa waktu lalu mendadak heboh. Siang itu sekitar pukul 12.55 waktu Indonesia tengah (WITA) ada seseorang wanita berupaya menerobos masuk kawasan hotel supermewah itu menggunakan sepeda motor.



Dewi Palapa (41), perempuan asal Tanjungbalai, Sumatera Utara yang berupaya memasuki kawasan St Regis Hotel. Perempuan kelahiran 14 Agustus 1976 itu mengaku hendak menemui Raja Salma Salman.
Dewi terlihat mengenakan busana muslimah putih dibalut sarung pantai untuk kerudung, menunggangi sepeda motor jenis matic. Kurang lebih sekitar 5 meter dari gerbang hotel, Dewi yang menaiki sepeda motor bernomor DK 1000 DW langsung dihentikan petugas kepolisian. Dia lantas memarkir sepeda motornya. Namun, gerak-gerik Dewi memang mencurigakan.

“Pergerakannya sudah mencurigakan. Dia diamankan saat menyusup untuk masuk,” ujar salah seorang sumber intelijen kepolisian yang berada di sekitar St Regis Hotel dikutip Radarislam.com dari laman Jawapos.com.

Dewi hendak menyelinap saat ada beberapa mobil sedan Mercedes-Benz hendak masuk kawasan hotel untuk menjemput rombongan Raja Salman.

“Dia dari belakang mobil itu,” tutur sumber.

Terang saja Dewi langsung dihentikan. Petugas pun langsung menginterogasinya.

“Saat ditanya, dia mengaku mau bertemu dengan Raja Salman. Dia ngotot ingin masuk,” bebernya.
Selanjutnya, AKP Luh Suardini dari Polda Bali yang ditugasi menjadi petugas pengamanan dalam di security door St Regis Hotel langsung memboyong Dewi ke pos jaga. Dewi merujuk pada kartu tanda penduduk merupakan warga dari Jalan M.T. Haryono, Gang Bakung I K II, Desa Selat Lancang, Kecamatan, Datuk Bandar Timur, Kota Tanjung Balai, Sumut. Namun, petugas masih mendalami lokasi tempat Dewi tinggal di Bali.
“Kita belum tahu alamatnya di sini,” ujar sumber tersebut.

Dewi memang ngotot untuk bertemu Raja Salman. Perempuan yang masih lajang itu bahkan membawa bingkisan khusus Raja Salman. Oleh pihak kepolisian, Dewi kemudian dibawa ke posko pengamanan Raja Salman yang berada di kawasan Nusa Dua untuk diinterogasi selama satu jam. Dari tangan Dewi, polisi menyita sebuah tas berisi laptop dan 500 lembar kertas berisi puisi.



“Katanya itu puisi untuk Raja Salman,” ungkap Wakapolda Bali Brigjend Pol Nyoman Suryastra.

Namun saat diselidiki kembali, Dewi terlihat seperti orang bingung dan tidak dapat mempertanggungjawabkan kata-katanya.

“Dia tidak bisa mempertanggungjawabkan maksud kedatangannya sehingga ditahan,” ujarnya

Namun, kepolisian memastikan tak akan menindak Dewi.

“Setelah diinterogasi kemungkinan diberi teguran agar jangan lagi melakukan hal itu,” pungkasnya.

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

THIS ADS by GOOGLE

Halaman Berikutnya: