Setelah 20 Tahun Jadi Korban Bully, Seorang Pria Mendapatkan Pesan Tak Terduga Ini!

THIS ADS by GOOGLE
Seorang pria bernama ChadMichael Morissette pada saat remaja pernah menjadi korban bully selama bertahun-tahun.



Chad yang saat itu besekolah di Alaska jadi sasaran bully karena ia adalah seorang gay.

“Saat aku berjalan di koridor, beberapa anak laki-laki akan mengikutiku, mengancamku, menghinaku dan mendorongku,” ungkapnya.

Pria yang tinggal di West Hollywood, California, Amerika Serikat ini harus menanggung rasa sakit, baik fisik maupun psikis.

Efek aksi bully tentu tidak akan hilang begitu saja.

Sayangnya, anak-anak terkadang tak sadar tentang tindakan ini.

Mengingat karakter anak yang spontan dan polos, bisa jadi pelaku tak sadar jika telah melakukan aksi ini.

Hal inilah yang dialami pria bernama Loius Amundson.

Louis mengaku tak sadar pernah melakukan bully hingga ia menjadi seorang ayah.
Kejadian ini bermula saat anaknya bertanya apakah ia pernah melakukan bully.

Louis bisa saja berbohong tentang masa lalunya.

Namun, ia justru mengakui aksi nakalnya saat kecil.

Tak hanya mengaku pada sang anak, ia pun melakukan sebuah tindakan besar.

Ia mencoba menghubungi anak yang sering ia bully 20 tahun lalu, melansir LifeBuzz.

Ya, anak itu adalah Morissette.

Beginilah isi pesan tak terduga Louis untuk Morissette:

“Hey Chad,

Belakangan aku ditanyai oleh putriku yang berusia 10 tahun tentang aksi bully.

Dia bertanya apakah aku pernah mem-bully seseorang dan dengan sedih aku mengatakan “ya”.

Yang ada di pikiranku adalah betapa jahat dan kasarnya aku padamu saat kita bersekolah dulu.

Aku ingin meminta maaf.
Jika kita tinggal di daerah yang sama, aku akan meminta maaf secara langsung.

Aku tidak tahu apakah kamu ingat, tapi aku ingat dan aku benar-benar minta maaf.”

Menerima pesan dari Loius yang mengakui kesalahannya membuat Morissette terharu.

Padahal kejadian itu sudah terjadi 20 tahun yang lalu.

“Aku sedikit menangis. Aku sangat tersentuh,” ungkapnya.

Morissette pun menyambut baik pesan Loius dan memberikan balasan.

“Louis, aku tersentuh dengan pesanmu.

Terima kasih dan aku memaafkanmu.

Dalam 20 tahun, hanya kamulah yang meminta maaf karena sudah mem-bully-ku saat remaja.
Aku harap kamu bisa dengan bangga memberi tahu putrimu bahwa kamu sudah meminta maaf dan kita baik-baik saja.

Bukankah menakjubkan apa yang bisa dilakukan oleh waktu 20 tahun dan anak-anak pada kita?

Sekali lagi terima kasih dan aku harap kamu melawan tindakan bullying kapan pun kamu melihatnya.

Semoga harimu menyenangkan!”

Louis mengaku lega sudah melakukan hal ini.

“Kamu tidak bisa mengubah masa lalumu, tapi kamu akan terus memilikinya, ungkapnya.

“Aku tidak bisa menarik nama yang aku pakai saat memanggilnya dan ancaman yang aku buat, tapi aku bisa minta maaf.

Itu tak menjadi alasan atas tindakanku sebagai anak-anak, tapi sebagai pria dewasa aku bisa berdamai dengannya,” ungkap Louis.

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

THIS ADS by GOOGLE

Halaman Berikutnya: