Heboh! Petinggi Golkar Ini Pilih Mundur Ketimbang Dukung Ahok

THIS ADS by GOOGLE
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar sekarang ini tengah heboh mengenai pemberian dukungan di Pilkada DKI Jakarta periode 2017-2022.



Dikabarkan, dua tokoh internal partai berlambang beringin ini memiliki pandangan yang berbeda atas sikap resmi partai yang mengusung Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat di Pilkada DKI Jakarta.

Penolakan tersebut dari Dedy Arianto selaku Ketua Departmen bidang Energi dan Energi Terbaharukan DPP Golkar. Bahkan, sikap yang diambil oleh Dedy ini lebih tegas dibandingkan dengan Wakil Ketua Dewan Pakar DPP Golkar Siti Hediati Harijadi.

Deny berani mengambil sikap mundur dari kepengurusannya karena merasa suaranya tak didengar di DPP Golkar. Sementara Siti Hediati atau yang akrab disapa dengan Titik Soeharto baru membuka wacana secara pribadi terkait dukungannya ke Anies-Sandi di putaran kedua.
Berdasarkan pada keterangan Dedy, ada beberapa alasan yang menyebabkan dirinya berani hengkang dari Partai Golkar. Salah satunya yakni Mantan Bupati Belitung Timur tersebut dianggap telah melukai perasaan umat Islam.

“Ini bicara keyakinan. Kalau saya bertahan di kepengurusan, artinya masuk dalam golongan mereka. Itu menurut keyakinan yang saya yakini, artinya saya pindah agama. Jadi saya tak bisa,” papar Dedy pada Senin (6/3/2017) seperti yang tertera di jpnn.com.

Menurut Dedy dirinya tidak sendiri mengambil langkah tersebut. Masih menurutnya, akan ada sejumlah kader Golkar yang ikut meminta DPP mempertimbangkan kembali dukungannya untuk memilih Ahok-Djarot di Pilkada DKI.

Namun, sampai saat ini hanya Dedy saja yang siap mundur. Meskipun demikian, Dedy akan tetap menjadi anggota dari Golkar selama DPP tidak mencabut keanggotaanya.

“Pengurus cuma saya yang berani mengundurkan diri. Sebenarnya ada pengurus lain, tapi memilih lebih baik diam. Menurut saya itu sah-sah saja,” jelas Dedy.

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

THIS ADS by GOOGLE

Halaman Berikutnya: