Kasihan! Hati-hati yaa..Curhat di Facebook Berujung Penjara

THIS ADS by GOOGLE
Seorang ibu rumah tangga yang diketahui Yusniar (27) asal Makassar, Sulawesi Selatan, didakwa 5 bulan penjara karena postingan status “No Mention” dalam akun Facebook miliknya.



Tuntutan tersebut disampaikan oleh Neng Marlinawati selaku jaksa penuntut umum (JPU), dalam sidang agenda pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri Makassar, Rabu (08/02/2017) lalu—seperti dikabarkan dalam Kompas.

Yusniar didakwa lima bulan penjara akibat kasus dugaan penghinaan dan pencemaran nama baik legislator DPRD, Jeneponto, Sudirman Sijaya, melalui status Facebook-nya. Padahal dalam status Facebook tersebut, Yusniar tidak menyebutkan nama yang bersangkutan (no mention).
“Menyatakan terdakwa Yusniar telah terbukti bersalah melakukan tidak pidana dengan sengaja tanpa hak mendistribusikan dan membuat dapat diaksesnya informasi elektronik yang memiliki muatan penghinaan,” telak Neng Marlinawati.

Tindakan Yusniar disebut telah melanggar Pasal 45 ayat 1 dan Pasal 27 ayat 3 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Elektronik sesuai dakwaan JPU.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara lima bulan dikurangi selama terdakwa ditahan dengan perintah terdakwa tetap ditahan,” ucap sang JPU.

Kronologi Kejadian

Ada pun Yusniar telah ditahan pihak kejaksaan sejak 24 Oktober 2016 lalu. Hal tersebut terjadi akibat status Facebook yang ia update pada tanggal 14 Maret 2016.

“Alhamdulillah. Akhirnya, selesai juga masalahnya. Anggota DPR t*lo, pengacara t*lo. Mau nabantu orang yang bersalah, nyata-nyatanya tanahnya ortuku pergiko ganggui Poeng,” demikian bunyi status Facebook Yusniar.

Status berlogatkan Makassar itu kurang lebih menjelaskan kekesalan Yusniar atas kejadian yang menimpa rumah orangtuanya pada 13 Maret 2016 (sehari sebelumnya).
Saat itu, Yusniar menceritakan ada sekitar 100 orang menyambangi rumah Baharuddin Daeng Situju orangtuanya, yang beralamat di Jalan Alauddin, Makassar. Menurut Yusniar, massa tersebut dikomandoi oleh seseorang yang mengaku sebagai anggota DPRD, Jeneponto.

“Bongkar! Saya anggota Dewan!” begitu ujar orang tersebut seperti dikisahkan Yusniar kepada Kompas TV pasca-sidang perdananya yang digelar Rabu (02/11/2016) lalu di Pengadilan Negeri Makassar.

Singkatnya, kejadian 13 Maret tersebut berhasil dikendalikan tim Polres Tamalate yang datang ke lokasi. Meski begitu, beberapa sudut dinding dan atap rumah tersebut telanjur rusak akibat dihantam dengan balok dan linggis oleh massa.

Yusniar tak kuasa menahan hasratnya berbagi rasa sebal melalui Facebook. Dan sebagai akibatnya, status “no mention” Yusniar malah membawa dia ke rumah tahanan.

Yusniar sendiri tentu tak berteman di Facebook dengan anggota DPRD selaku pihak yang merasa tersindir oleh status itu. Belakangan diketahui, rupanya ada oknum yang meng-capture status tersebut hingga diketahui anggota Dewan.

Anggota DPRD Jeneponto itu lantas melaporkan Yusniar ke Polrestabes Makassar atas tuduhan pencemaran nama baik melalui media sosial. Pasal yang digunakannya tak lain adalah yang sudah beberapa kali menjerat orang-orang belakangan ini, yaitu Pasal 27 ayat 3 UU ITE.
Bukan Pencemaran Nama Baik

Direktur Eksekutif ICT Watch sekaligus pengamat internet, Donny BU, pada Selasa (07/11/2016) silam menjelaskan bahwa kasus Yusniar tidak bisa dikategorikan ke dalam pencemaran nama baik.

“Kalau tidak menyebut nama, lalu siapa yang dicemarkan namanya?”

Hal senada juga diungkap oleh peneliti senior Anggara Suwahju dari Institute for Criminal Justice Reform (ICJR). Menurutnya, pernyataan yang tidak menyebutkan nama seseorang mestinya tidak bisa disebut sebagai pencemaran nama baik.

“Mestinya tidak boleh. Kalau tidak menyebut nama, tidak boleh [disebut pencemaran nama baik],” ujarnya.

Anggara juga menyebutkan sebelumnya sempat ada putusan Pengadilan Negeri Nomor 292/Pid.B/2004/PN. Rbi yang menekankan pentingnya penyebutan nama yang dibarengi tuduhan, untuk menentukan muatan pencemaran nama baik atau penghinaan.

Tanpa adanya penyebutan nama secara langsung yang dibarengi tuduhan, sebuah pernyataan tidak bisa dianggap memiliki muatan penghinaan sebagaimana diatur dalam Pasal 27 ayat 3 UU ITE.

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

THIS ADS by GOOGLE

Halaman Berikutnya: