Kapan Jokowi Mau Blak-blakan dengan SBY?

THIS ADS by GOOGLE
Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono kabarnya akan buka-bukaan dengan Presiden Jokowi. Kapan Jokowi mau blak-blakan dengan Ketum PD itu?



Dalam konferensi pers di Wisma Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu (1/2) kemarin. SBY menuturkan keinginannya untuk blak-blakan dengan Presiden Jokowi. SBY merasa perlu saling terbuka dengan Jokowi karena banyak isu miring diarahkan kepadanya.

“Sayang sekali saya belum berkesempatan bertemu Presiden Jokowi. Kalau bisa bertemu, saya ingin bicara dengan beliau blak-blakan siapa yang beri info intelijen kepada beliau, aksi 411, menunggangi, pemboman, dan urusan makar. Saya ingin melakukan klarifikasi secara baik, dengan niat dan tujuan yang baik supaya tidak menyimpan, baik saya dan Pak Jokowi, prasangka, praduga, perasaan enak-tidak enak, dan saling curiga,” papar SBY dalam konferensi pers tersebut

SBY menuturkan ada sejumlah sumber yang mengatakan kepadanya bahwa Jokowi ingin bertemu. Namun ada orang di ring satu Jokowi yang melarang pertemuan itu. Karena itu pertemuan dua sahabat itu tak kunjung kesampaian.
“Hebat juga yang bisa larang presiden bertemu sahabatnya yang juga mantan presiden,” kata SBY.

Lebih memantapkan keinginannya untuk blak-blakan, SBY mengutip pernyataan Presiden RI pertama, Sukarno. “Bung Karno mengatakan ini dadaku, mana dadamu. Artinya, ayolah supaya tidak mudah kita saling memfitnah, tidak mudah kita saling menjatuhkan,” tegasnya.

Presiden Jokowi pun menyambut pernyataan SBY itu. Namun Jokowi belum mau bicara kapan waktu tepatnya dia bersedia bertemu SBY.
“Bolak-balik kan dibilang (ke wartawan, –red). Waktunya akan diatur, tetapi kalau ada permintaan,” kata Jokowi kepada wartawan seusai pembukaan Konferensi Forum Rektor Indonesia 2017 di Jakarta Convention Center, Jl Jenderal Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (2/2/2017).

Jokowi juga merespons pernyataan SBY yang merasa disadap. Jokowi menolak dirinya dikaitkan bola panas soal percakapan SBY dan Ketua MUI Ma’ruf Amin yang mengemuka di sidang kasus penistaan agama.

“Lah kok ‘barangnya’ dikirim ke saya, ya nggak ada hubungannya,” kata Jokowi kepada wartawan seusai pembukaan Konferensi Forum Rektor Indonesia 2017 di Jakarta Convention Center, Jl Jenderal Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (2/2/2017).

“Begini loh, saya hanya ingin menyampaikan yang kemarin ya. Itu kan isu pengadilan, dan yang bicara itu kan pengacaranya Pak Ahok dan Pak Ahok. Iya nggak? Iya kan. Itu juga isu pengadilan. Tanyakan ke sana yang berbicara. Jangan barangnya dibawa ke saya,” sambung Jokowi.

Lalu kapan Jokowi bersedia blak-blakan dengan SBY?
Menurut pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio, keberanian SBY terbuka dan mengajak Jokowi untuk blak-blakan layak dipertimbangkan.

“SBY sudah terbuka dan mengatakan ini dadaku mana dadamu. Jadi ini bukan tantangan tapi justru harapan SBY untuk duduk bersama dan diterima Jokowi sebagai sahabat. SBY memang sudah sangat terbuka dan membuka komunikasi dengan Jokowi. Jadi ini seharusnya disambut oleh Jokowi dengan tangan terbuka untuk menunjukkan sikap kenegarawanan sebagai Presiden,” kata Hendri yang juga peneliti lembaga survei KedaiKopi ini kepada wartawan, Kamis (2/2/2017).

Namun paling tidak penjelasan Jokowi dan sejumlah organ pemerintah yang menampik soal penyadapan SBY itu cukup melegakan sang mantan Presiden. “Jokowi yang seolah menginstruksikan seluruh jajarannya untuk membantah isu penyadapan SBY juga sebenarnya sudah menjawab keresahan SBY. Jadi apa salahnya keduanya bertemu dan saling blak-blakan,” pungkas Hendri.

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

THIS ADS by GOOGLE

Halaman Berikutnya: