Heboh Video Ahok Minta Maaf ke KH. Ma’ruf Amin dan Nahdliyin

THIS ADS by GOOGLE
Belakangan ini Ahok dinilai melakukan sesuatu yang kurang sopan terhadap Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin. Oleh karena itulah, calon Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama membuat permohonan maaf secara terbuka kepada beliau melalui video dan juga pernyataan tertulis.



Ahok menegaskan jika apa yang diucapkannya di dalam persidangan tersebut semata-mata untuk mencari fakta atas kasus dugaan penistaan agama yang sedang membelitnya. Dan saat itu memang sang Ketua MUI menjadi salah satu saksinya.

Ahok, sapaan akrab Basuki Tjahaja Purnama menyampaikan permintaan maafnya melalui video. Dilansir dari merdeka.com, video tersebut didapat pada Rabu (1/2/2017). Di dalam video berdurasi 3 menit 37 detik tersebut, Ahok menghaturkan permintaan maafnya kepada Kiai Ma’ruf. Tidak hanya kepada Kiai Ma’ruf saja, Gubernur Non Aktif Jakarta tersebut juga mengucapkan maaf kepada seluruh warga Nahdlatul Ulama.

“Saya atas nama pribadi dan seluruh tim penasihat hukum memohon maaf. Juga ke warga Nahdlatul Ulama mohon maaf sebesar-besarnya,” papar Ahok secara sungguh-sungguh dalam video tersebut.

Mantan Bupati Belitung Timur itu juga berharap jika tak ada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan situasi tersebut. Seperti yang dikethaui, saat ini kondisi politik Indonesia sedang panas-panasnya menjelang pencoblosan Gubenur-Wakil Gubernur DKI yang digelar serentak pada 15 Februari mendatang.
“Jangan dimanfaatkan oleh oknum tertentu yang adu domba saya dengan NU apalagi dihubungkan dengan Pilkada. Tentu kami tidak ingin bangsa digaduhkan lagi.” Jelas Ahok lebih jauh lagi. Berikut video Ahok meminta maaf;



Sebelumnya, Ahok juga membuat permohonan maaf tertulis kepada KH Ma’ruf Amin yang juga selaku Rais Aam PBNU. Begini isi klarifkasinya,

Bahwa saya ingin menegaskan bahwa apa yang terjadi kemarin merupakan proses yang ada dalam persidangan. Saya sebagai terdakwa sedang mencari kebenaran untuk kasus saya. Untuk itu saya ingin menyampaikan klarifikasi beberapa hal di bawah ini:

1. Saya memastikan bahwa saya tidak akan melaporkan KH Maruf Amin ke polisi, kalau pun ada saksi yang dilaporkan mereka adalah saksi pelapor, sedangkan Kiai Maruf bukan saksi pelapor, beliau seperti saksi dari KPUD yang tidak mungkin dilaporkan.

2. Saya meminta maaf kepada KH Maruf Amin apabila terkesan memojokkan beliau, meskipun beliau dihadirkan kemarin oleh Jaksa sebagai Ketua Umum MUI, saya mengakui beliau juga sesepuh NU. Dan saya menghormati beliau sebagai sesepuh NU, seperti halnya tokoh-tokoh lain di NU, Gus Dur, Gus Mus, tokoh-tokoh yang saya hormati dan panuti.

3. Terkait informasi telepon Bapak SBY ke Kiai Ma’ruf tanggal 7 Oktober adalah urusan penasihat hukum saya. Saya hanya disodorkan berita liputan6.com tanggal 7 Oktober, bahwa ada informasi telepon SBY ke Kiai Maruf, selanjutnya terkait soal ini saya serahkan kepada penasihat hukum saya.

Demikian klarifikasi saya sampaikan, saya berharap klarifikasi ini dapat menjernihkan persoalan dan saya juga berharap agar pihak-pihak lainnya tidak memperkeruh suasana.

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

THIS ADS by GOOGLE

Halaman Berikutnya: