Gadis Kecil Ini Nyaris Kehilangan Nyawanya Setelah Lututnya Tergores, yang Terjadi Sungguh Miris!

THIS ADS by GOOGLE
Jarang ada yang melewatkan masa kanak-kanak dengan bermain, tak jarang ketika bermain anak-anak sering pula terjatuh dan memar.



Seorang anak memang cenderung aktif dan sangat suka bermain.

Inilah aktivitas yang membuat kebanyakan anak mendapati sedikit luka atau goresan di tubuhnya.

Hanya saja, sebuah keluarga dari Inggris mendapat pelajaran berharga dari sebuah goresan kecil yang tak bisa dianggap sepele.

Goresan sekecil apapun memiliki kemungkinan untuk membahayakan nyawa seseorang.
Melansir lifedaily.com (8/2/2017), bocah tiga tahun bernama Abbi Holland awalnya hanya bermain seperti biasa di sekolahnya.

Saat di tempat bermain itu, Abbi yang sedang asyik tiba-tiba tersandung dan lututnya terluka.

Petugas sekolah membantu mengobati luka Abbi.

Sebuah handuk yang sudah dibasahi digunakan untuk membersihkan luka Abbi.

Namun, hanya beberapa jam kemudian, Abbi langsung demam tinggi 109 derajat.

Mengetahui kondisi sang anak, orangtuanya, Caz dan Dave Holland, bergegas membawa Abbi ke rumah sakit.

Ternyata, goresan kecil itu menjadi sebuah infeksi karena tidak ditangani atau dibersihkan dan ditutup secara benar.

Di rumah sakit, para dokter mencoba memberikan antibiotik untuk membunuh infeksi.
Tetapi infeksi itu sudah terlanjur bereaksi dengan liar.

Abbi akhirnya tinggal di rumah sakit selama empat bulan untuk berjuang melawan infeksi, yang pada akhirnya merusak hatinya.

Demi bertahan hidup, dokter menyarankan Abbi untuk melakukan operasi jantung terbuka untuk mengobati kebocoran katup aorta.

Mendengar kabar ini, orangtuanya pun cukup ketakutan.

“Penting untung diketahui bahwa infeksi ini dapat menghentikan jantung gadis kecil mereka.

Maka dari itu, perlu dilakukan operasi agar tidak terjadi hal yang lebih menakutkan,” ujar sang dokter, David.

Kabar baiknya, operasi tersebut berhasil.

Tapi bocah berusia tujuh tahun ini akan membutuhkan beberapa operasi lagi di masa mendatang.

Selain itu, Abbi juga masih harus terus minum obat sepanjang hidupnya.
Dari peristiwa inilah, keluarga Holland membagikan kisah mereka untuk menunjukkan betapa pentingnya sebuah pertolongan pertama.

“Kami tidak mencoba untuk menjelek-jelekkan atau mem-blacklist siapapun.

Kami hanya ingin mengatakan bahwa pertolongan pertama yang mendasar adalah hal yang sangat penting.

Kalian jangan berpikir kalau taman bermain adalah tempat yang buruk untuk anakmu.

Ini adalah pembuka mata.

Sesuatu yang begitu kecil dan sederhana bisa mengubah hidup.

Kami tidak ingin melihat orang mengalami apa yang telah terjadi pada Abbi,” ujar Dave.

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

THIS ADS by GOOGLE

Halaman Berikutnya: