Air Mata Andika Kangen Band Menetes Saat Kembali Hidup di Balik Jeruji Besi

THIS ADS by GOOGLE
Maesa aesa Andika Setiawan, vokalis Kangen Band ini harus menerima keputusan hakim untuk memberi vonis hukuman penjara lagi baginya.



Andika dijebloskan ke sel tahanan Polresta Bandar Lampung seusai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), Sabtu (25/2/2017).

Andika yang mengenakan kemeja hijau gelap dengan celana jins biru datang ke Mapolresta Bandar Lampung, sekitar pukul 09.30 WIB. Ia diperiksa di ruang Pemeriksaan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Bandar Lampung.

Selama pemeriksaan, Andika kerap menundukkan kepalanya.

Beberapa kali ia terlihat mengusapkan air matanya saat dicecar pertanyaan seputar KDRT oleh penyidik.

Beberapa kali pula pemeriksaan terhenti karena Andika meminta izin untuk ke toilet.
Setelah diperiksa selama lima jam, penyidik akhirnya memutuskan untuk melakukan penahanan terhadap pelantun “Bintang 14 Hari”.

Andika pun dibawa oleh tiga aparat kepolisian menuju sel tahanan. Saat digiring petugas, Andika menolak berkomentar kepada awak media.

Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Deden Heksaputra mengatakan, Andika ditahan atas laporan istrinya, Chairunnisa (Chaca). Andika diduga melakukan tindak pidana KDRT terhadap Caca.

“Penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap Andika sebagai tersangka, dan kemudian dilakukan penahanan di sel tahanan Polresta Bandar Lampung,” kata Deden, kemarin.

Ia menambahkan, Andika dikenakan Pasal 44 Ayat (1) UU 23 Tahun 2004 tentang KDRT, dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Diketahui, kasus KDRT ini dilaporkan oleh Caca pada 8 Februari lalu. Caca mengaku dipukul oleh Andika di dalam mobil pada Kamis (2/2) malam, saat keduanya mema membahas isu perselingkuhan.

Caca dipukul di bagian wajah dengan menggunakan sarung pedang yang terbuat dari besi.

Caca juga dibawa ke rumah teman Andika di Pesawaran. Menurut Caca, Andika mengurungnya di rumah tersebut.
Andika juga memegang ponsel Caca sehingga ia tidak bisa menghubungi keluarganya.

Hingga akhirnya Caca mendapat kesempatan. Ia melihat ponsel teman Andika tergeletak, sementara pemiliknya sedang tidur.

Caca mengambil ponsel itu lalu menghubungi keluarganya untuk memberitahu keberadaannya.

Keluarga Caca pun menjemput Caca di rumah teman Andika. Setelah berhasil keluar Caca melaporkan Andika ke Polresta Badnar Lampung atas dugaan KDRT.

Dua kali berkasus

Persoalan hukum terkait Caca ini merupakan kali kedua dialami Andika. Sebelumnya, Andika tersandung masalah karena melarikan Caca, yang ketika itu masih di bawah umur.

Andika saat itu menjalin hubungan asmara dengan Caca. Namun, hubungan itu mendapat pertentangan dari keluarga Caca.
Hingga akhirnya Andika nekat membawa kabur Caca selama lima hari sejak 9 Desember 2012.

Orangtua Caca tak terima kemudian melapor ke Kepolisian. Andika pun ditahan. Saat proses hukum berjalan, Andika menikahi Caca pada Februari 2013. Andika diberi izin menggelar pernikahan di kediaman sang istri.

Namun, proses hukum terus bergulir. Beberapa jam usai akad nikah, Andika kembali dijebloskan ke tahanan.

Ia akhirnya dihukum tujuh bulan penjara karena terbukti melanggar Pasal 81 ayat 2 UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Usai menjalani hukuman, Andika dan Caca menjalani biduk rumah tangga mereka hingga akhirnya dikaruniai seorang anak.

Beberapa tahun berselang, keduanya kembali menjadi sorotan publik karena kasus KDRT.

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

THIS ADS by GOOGLE

Halaman Berikutnya: