5 Pria Dihajar Warga Setelah Merusak Makam Yang Disakralkan

THIS ADS by GOOGLE
Cagar Budaya Makam Mbah Lancing Mirit yang ada di Kebumen, Jawa Tengah, dirusak oleh 5 orang secara tidak bertanggung jawab. Tindakan tersebut tak ayal mengundang amukan warga sehingga para pelaku kena hajar. Pasalnya makam Mbah Lancing Mirit tersebut dianggap sakral oleh warga setempat.



Dilansir dalam Kompas, lima peziarah asal Jakarta Timur tersebut adalah Marlan Sapingi (52), Ahmad Ghazanfar (24) Azan Nuriksan (30), Ahmad Mirja (22) dan Ridwan Arif (32).

Pada hari Minggu (29/01/2017), mereka berlima datang berkunjung menggunakan sebuah mobil. Setibanya di TKP mereka langsung menemui Mbah Simo (65) yang adalah juru kunci makam. Kepada Mbah Simo, mereka mengutarakan niatnya yang ingin membersihkan makam.

Mbah Simo yang tidak menaruh prasangka apa pun lantas mempersilakan kelimanya membersihkan makam Mbah Lancing Mirit.

Namun, bukannya membersihkan, kelima pengunjung tersebut justru malah memindahkan batu bata dan kain penutup makam. Kejadian itu disaksikan oleh Mbah Sino yang kemudian menegur kelima orang itu.

“Setelah ditegur juru kunci makam, seorang di antaranya malah marah dan menantang juru kunci makam. Bahkan mengancam akan membakar makam itu,” demikian keterangan dari AKP Sapto Wahono Kapolsek Mirit.

Keributan yang ditimbulkan oleh kelima orang pengunjung tersebut pun terdengar oleh warga sekitar. Sontak mereka berdatangan ke makam. Emosi warga praktis memuncak setelah mengetahui kelima orang tersebut merusak makam yang disakralkan oleh warga lokal itu.
Ada pun personil Polsek Mirit yang tiba di lokasi sempat kewalahan menghalau massa yang sudah emosi dan ingin menghajar kelima pengunjung tersebut.

“Karena jumlah personel kami kurang, kami minta back-up Polres Kebumen,” terangnya.

Akhirnya berkat bantuan dari puluhan anggota Polres Kebumen yang tiba di lokasi, amukan warga bisa dihalau warga. Sementara itu kelima orang pelaku langsung diamankan ke Polsek Mirit.

“Kami amankan kelima orang itu dari amukan warga, [guna] mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” jelas Kasubbag Humas Polres Kebumen, AKP Willy Budianto.

Willy juga menjelaskan bahwa kelima pelaku perusakan makam tersebut bisa dijerat pasal 26 Undang-undang nomor 5 tahun 1993 tentang Perlindungan Benda Cagar Budaya.

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

THIS ADS by GOOGLE

Halaman Berikutnya: